Pohon Ganja di Sanggau

Hakim Tolak Eksepsi Terdakwa, Sidang Fidelis Berlanjut

Dalam sidang tersebut, ruang sidang selalu penuh dengan pengunjung yang ingin menyaksikan proses persidangan.

Penulis: Hendri Chornelius | Editor: Mirna Tribun
TRIBUNPONTIANAK/HENDRI CHORNELIUS
Suasana sidang keempat kasus kepemilikan 39 batang ganja, Fidelis Ari, di Pengadilan Negeri Sanggau, Senin (22/5). 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Hendri Chornelius

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SANGGAU - Terdakwa kepemilikan 39 batang ganja, Fidelis Ari, warga Jl Jendral Sudirman, Kelurahan Bunut Kecamatan Kapuas Kabupaten Sanggau kembali menjalani sidang keempat kalinya yang berlangsung di Pengadilan Negeri (PN) Sanggau, Senin (22/5/2017).

Penasehat Hukum (PH) terdakwa, Marcelina Lin mengaku kecewa dengan putusan sela yang dibacakan hakim Ketua yang menolak eksepsi terdakwa Fidelis Ari pada sidang keempat ini.

Sidang yang diagendakan sekitar pukul 13.00 Wib tersebut sempat molor selama kurang lebih satu jam.

Dalam sidang tersebut, ruang sidang selalu penuh dengan pengunjung yang ingin menyaksikan proses persidangan.

Usai mendengarkan putusan hakim yang menolak eksepsi terdakwa, Penasehat Hukum terdakwa Marcelina Lin mengakui kekecewaanya dengan kesimpulan majelis hakim dalam putusan sela yang dibacakan Jaksa Penutut Umum (JPU) dan Penasehat Hukum terdakwa serta puluhan pengunjung di ruang sidang.

Baca: Sidang Kedua Kasus 39 Pohon Ganja, Fidelis Sempat Gendong Anaknya

Baca: Kisah Pilu Anak Tersangka Kepemilikian 39 Pohon Ganja, Sang Ayah Dipenjara, Ibunya Meninggal

“Tentu saja kami kecewa dengan kesimpulan Majelis hakim yang tidak menerima eksepsi kami, padahal kalau berdasarkan mekanisme penahanan terdakwa tidak sesuai dengan aturan dan perubahan pasal juga tidak sesuai aturan karena tidak pernah diberitahukan kepada kami,” tegasnya.

Kendati begitu, ia mengaku menghormati keputusan majelis hakim.

“Kami menghormati keputusan majelis hakim karena memang ini kewenangan majelis hakim untuk memberikan kesimpulan pada putusan sela atas eksepsi kami,” ujarnya.

Karena eksepsi ditolak, pada sidang kelima yang diagendakan Senin (29/5/2017), PH terdakwa telah mempersiapkan saksi-saksi yang akan meringankan terdakwa.

“Kami sudah menyiapkan saksi yang meringankan, di antaranya saksi dari pihak Kedokteran dan saksi ahli pidana. Rencananya Kepala Kantor tempat terdakwa bekerja juga akan kita minta untuk menjadi saksi meringankan terdakwa,” ujarnya.

Sidang dipimpin, Ahmad Irfir Rochman didampingi dua hakim masing-masing John Malvino Seda sebagai hakim I dan Maulana Abdillah sebagai hakim II, menolak eksepsi terdakwa pada sidang putusan sela.

Majelis hakim secara tegas menyatakan keberatan terdakwa Fidelis Ari tidak diterima dan memerintahkan Penuntut umum untuk melanjutkan perkara nomor 111 Pidsus 2017 atasnaa terdakwa Fidelis Ari Sudewarto alias Nduk.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved