Klara: Tato Ciri Khas Masyarakat Dayak

Puluhan pengunjung terlihat memenuhi ruangan. Mereka melihat aksi pekerja seni tattoo yang meliukkan koil di atas kulit para model yang dalam lomba.

Klara: Tato Ciri Khas Masyarakat Dayak
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/RIDHOINO KRISTO SEBASTIANUS MELANO
Satu di antara peserta lomba seni tattoo sedang membersihkan tattoo di tubuhnya saat lomba dalam Pekan Gawai Dayak ke-32 di Aula Rumah Radakng, Jalan Sultan Syahrir Pontianak, Minggu (21/5/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Ridhoino Kristo Sebastianus Melano

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Pekan Gawai Dayak ke-32 memasuki hari kedua. Berbagai perlombaan digelar untuk memeriahkan kegiatan yang dihelat setiap tahun.

Satu di antara lomba yang dihelat yakni seni tattoo yang dihelat di Aula Rumah Radakng di Jalan Sultan Syahrir Pontianak, Minggu (21/5/2017).

Puluhan pengunjung terlihat memenuhi ruangan. Mereka melihat aksi pekerja seni tattoo yang meliukkan koil di atas kulit para model yang dalam lomba.

Tak hanya jadi penikmat para lelaki. Seni tattoo juga diminati kaum hawa. Bahkan beberapa peserta lomba yang di tattoo merupakan para wanita.

Satu di antaranya Fransiska Klara (17). Mahasiswi satu di antara perguruan tinggi di Pontianak ini mengaku mau menjadi model dalam lomba karena kecintaannya pada seni tattoo.

Baca: Foto-foto Lomba Tato di Pekan Gawai Dayak ke-32

Apalagi tattoo menurutnya merupakan kebudayaan masyarakat Dayak yang harus terus dilestarikan.

"Mau ditato karena suka. Tattoo ini juga ciri khas Dayak. Harus dilestarikan," ucap dara asal Kabupaten Sintang kepada tribunpontianak.co.id, Minggu (21/5/2017).

Klara, sapaan akrabnya mengaku ada rasa geli dan sakit seperti digigit semut ketika kulit ditubuhnya bersentuhan dengan jarum tattoo.

Halaman
12
Penulis: Ridhoino Kristo Sebastianus Melano
Editor: Rizky Zulham
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved