Breaking News

Ini Penjelasan Kontraktor Terkait Proyek Pengerjaan Jalan Nasional Ketapang-Siduk

Kita juga inginnya cepat misalnya selesai sepekan saja, tapi kan tak bisa begitu juga, ada prosesnya.

Penulis: Subandi | Editor: Rizky Zulham
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/SUBANDI
Pengendara melintas di Jalan Nasional Ketapang-Siduk yang sedang dilakukan peninggian menggunkan tanah, Kamis (18/5). 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Subandi

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KETAPANG – Terkait harapan warga agar pengerjaan Jl Nasional Ketapang-Siduk yang sudah ditimbun tanah dipercepat pengaspalannya. Lantaran saat ini pada ruas jalan yang sedang dikerjakan menimbulkan debu terumata ketika dilalui kendaraan.

Pihak kontraktor proyek, Iwan mengatakan pengerjaan jalan itu tidak bisa asal dipercepat. Lantaran ketebalan dan kualitas harus masuk dahulu baru bisa jalan tersebut diaspal. Sehingga tidak bisa pekerjaan satu bulan dijadikan satu pekan.

“Jika ketebalan dan kualitas belum masuk maka aspalnya nanti rusak. Kalau kita juga inginnya cepat misalnya selesai sepekan saja, tapi kan tak bisa begitu juga, ada prosesnya,” katanyaa kepada wartawan di Ketapang, Kamis (18/5/2017).

Terkait banyaknya debu pihaknya sudah berupaya menguranginya dengan melakukan penyiraman sekaligus untuk pemadatan.

“Tapi efek pembangunan lebih kurang seperti itu jadi kita semua memang harus bersabar,” ucapnya.

Baca: Desak Perbaikan Jalan Ketapang-Siduk, Dewan: Saya Anggap Sebagai Bentuk Perhatian

Ia menegaskan proses atau masalah ketebalan dan kualitas tentu tidak bisa diabaikan. Meski pun saat ini semua material seperti aspal sudah siap semua. Tapi tetap saja semua proses harus dilakukan sesuai tahapannya dan tak bisa dipaksakan.

“Artinya kita bukan mengulur-ngulur waktu, itu tidak. Tapi karena memang barangnya belum jadi bahkan masih ada yang harus kita tambah agar sesuai spek. Nanti kita tes lagi kepadatan dan kualitasnya jika sudah masuk baru bisa diaspal,” lanjutnya.

Terkait pada awal pengerjaan terlihat banyak pekerja di lapangan pada proyek itu. Kemudian saat ini terlihat sedikit hal tersebut dibenarkannya. Lantaran tahap pertama di antaranya pengukuran sehingga banyak melibatkan banyak orang.

Sedangkan sekarang pekerjaan hanya penguncian badan jalan sehingga yang banyak bekerja adalah alat berat dan pegawasnya. “Jadi kalau pekerja harian yang bekerjaa awal itu sudah selesai semua sehingga orangnyaa terlihat sedikit,” tuturnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved