Soroti Persoalan Saat ini, DPD RI: Rakyat Berperang Lawan Rakyat, Tak Bisa Dibiarkan!
Tidak hanya di Jakarta sebagai ibu kota negara, Kalimantan Barat juga tak luput dari letupan-letupan berbau SARA di masyarakat Kalbar.
Penulis: Ridhoino Kristo Sebastianus Melano | Editor: Mirna Tribun
Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Ridhoino Kristo Sebastianus Melano
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Anggota DPD RI Dapil Kalbar, Maria Goreti menuturkan, menyikapi persoalan yang menimpa bangsa Indonesia dua tiga bulan ini semakin tajam dan runcing relasi sosial di masyarakat.
Tidak hanya di Jakarta sebagai ibu kota negara, Kalimantan Barat juga tak luput dari letupan-letupan berbau SARA di masyarakat Kalbar.
Para penggila Medsos juga semakin gencar melancarkan aksi-aksi yang hanya dengan dua jari tangan memforward postingan-postingan namun enggan menelisik dampak atau konsekuensinya di tengah masyarakat luas dari tindakan memposting tersebut.
Hal ini disampaikan dihadapan ratusan Guru Agama Katolik di Laverna Sanggau Kapuas .
Baca: Pemkab Sambas Ajukan Enam Tower Pemancar untuk Daerah Perbatasan
Baca: Jangan Bersihkan Wajah di Pagi Hari, Ternyata Bahaya untuk Kulit Muka
Baca: Jepret Tujuh Kali, Ema Terkejut, Lihat Hasil Fotonya Ada Sosok Hantu Nenek Berkerudung
Acara ini diprakarsai oleh Kepala Seksi Bimas Katolik Kabupaten Sanggau Daniel SAG 29 April 2017.
"Kalau sudah begini situasinya maka para wakil rakyat dan seluruh stakeholder di masyarakat mesti sesegera mungkin bergandengan tangan. Paling tidak menentramkan masing-masing kelompoknya," katanya melalui rilis yang diterima tribunpontianak.co.id, Minggu (14/5/2017).
Maria menyatakan tidak bisa dibiarkan rakyat melawan rakyat.
Di sini terletak betapa pentingnya memasyarakatkan Pancasila dan UUD 1945.
Masyarakat diajak tidak ke kiri maupun ke kanan melainkan tegak lurus berdasarkan ideologi dasar pembentukan NKRI yakni ideologi Pancasila.
"Bukan semakin memperuncing keadaan dengan rakyat melawan rakyat," jelas Maria.
Lebih penting memasyarakatkan Pancasila ke seluruh penjuru Tanah Air dan Bangsa Indonesia.
Memasyarakatkan Pancasila sangat mendesak dan perlu.
Kalau dulu tidak putus penanaman ideologinya maka generasi bangsa tidak akan alami situasi terombang ke kiri maupun ke kanan.
"Tetapi karena dulu sempat 'hilang' di masyarakat maka bisa kita pahami nilai-nilai itu menjadi luntur pada generasibgenerasi tertentu di negeri Tanah Tumpah Darah Indonesia," ungkapnya.
Maria mengatakan saatnya sekarang tidak boleh tinggal diam.
Tidak boleh diam manakala saksikan rakyat berperang melawan rakyat.
Pemerintah senantiasa lakukan upaya pengayoman pada semua.
Aparat hukum melakukan tugasnya kepada siapa saja dan pihak mana saja yang berupaya menyobek kesatuan.
"Aparat hukum juga sepantasnya berani katakan Tidak ada tempat bagi organisasi manapun yang bertentangan dengan Pancasila," tuturnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/maria-goreti_20170225_122843.jpg)