Sejarah 14 Mei: Presiden Soekarno Ditembak saat Salat Idul Adha, Pelaku Melihat Dua Bayangan

Salat pun dimulai, namun saat rukuk, tiba-tiba teriakan takbir seorang pria terdengar, disusul suara tembakan.

Sejarah 14 Mei: Presiden Soekarno Ditembak saat Salat Idul Adha, Pelaku Melihat Dua Bayangan
WIKIPEDIA

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Sejarah mencatat, pada 14 Mei 1962 lapangan Istana Merdeka dibuka untuk umum dalam rangka pelaksanaan ibadah Salat Idul Adha.

Sehingga Istana Negara menjadi pusat perhatian banyak warga saat itu.

Soekarno hadir bersama umat muslim yang memenuhi istana dan ikut salat bersama mereka.

Semua terlihat normal dengan penjagaan yang ketat.

Baca: Raja Salman Tanya Cucu Soekarno di Istana Bogor

Salat pun dimulai, namun saat rukuk, tiba-tiba teriakan takbir seorang pria terdengar, disusul suara tembakan.

Pria tak dikenal itu keluar dari barisan pertama dan mengarahkan pistolnya ke Soekarno.

Peluru pertama meleset, mengenai Ketua DPR kala itu, Zainul Arifin.

Peluru kedua ditembakkan dan tetap meleset.

Pelaku adalah seorang kiai yang memimpin pemberontak DI/TII, Moh Bachrum.

Halaman
123
Editor: Marlen Sitinjak
Sumber: TribunWow.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved