Berita Video
Humas dan Protokol Pemprov Kalbar Imbau Warga Jangan Percaya Berita Hoax
Berita-berita yang menyangkut kondisi saat ini jangan dipanasi dan provokasi, jika kita provokasi akan jadi provokator,
Penulis: Chris Hamonangan Pery Pardede | Editor: Jamadin
Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Ridho Panji Pradana
Ini Himbaun Gubernur yang di Sampaikan Melalui Karo Humas dan Protol Pemprov Kalbar.
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Kepala Biro Humas dan Protokol Pemprov Kalbar, Syarif Yusniarsyah menyampaikan pesan dan himbauan Gubernur Kalbar, Cornelis terkait juga dengan ASN dan kondisi di Kalbar akhir-akhir ini.
"Dari humas protokol sendiri sebagai perpanjangan tangan bicara Gubernur Kalbar, kondisi kita harus dalam kondisi yang kondusif, tentram, damai, jangan sampai terpecaya dengan berita hoax," ujarnya, Senin (08/05/2017).
Dikatakannya, seluruh elemen harus menjaga NKRK, dibawah naungan empat pilar, yaitu NKRI, percaya kepada pancasila, UUD 1945 dan Bhineka Tunggal Ika.
"Kalau negara ini tidak dijaga hancur, yang dijaga adalah kesatuan dan persatuannya, dalam rangka menyatukan sabang marauke, bahwa nusantara adalah satu, Indonesia," tuturnya.
Ia juga mengatakan, jika ada berita yang menyangkut masalah Intoleransi jangan didengarkan, ciptakan Kalbar dengan kondisi yang kondusif, sesuai dengan arahan Gubernur bahwa Kalbar yang sudah tenang, damai, tentram, menurutnya sekarang masyarakat sudah bisa makan, minum dengan nyaman, jangan dipancing dengan suasana yang tidak menyenangkan.
Kemudian terkait dengan berita yang menyangkut Gubernur, menurutnya hal tersebut harus di Counter jangan sampai salah informasi, dikatakannya, tidak ada berita yang ingin memecah belah bangsa, tidak ingin yang merusak Kalbar, tapi yang ada ingin menyatukan Kalbar sebagai bagian NKRI.
"Gubernur juga menghimbau agar pegawai negara sipil yang merupakan Aparatur Sipil Negara harus diperhatikan kedisiplinan dalam rangka berdampak kepada pekerjaan dalam pemerintahan, karena ASN adalah abdi negara, masyarakat dan pemerintah, karena didalam birokrasi ada birokrat supaya pemerintahan Kalbar berjalan dengan ketentuan UUD yang berlaku, maka ASN harus bekerja sesuai dengan UU yang ada, jangan sampai melanggar UU," terangnya.
Menyangkut kondisi pegawai negeri di Kalbar yang bermacam suku dan agama, diantaranya Islam di kantor Gubernur Kalbar 702 orang, katholik 236 orang, kristen 81 orang, dan hindu 2 orang 1021 orang, ASN di Kalbar sekitar 6ribu lebih, menruutnya dengan ini tidak ada intoleransi, intoleransi jangan sampai terjadi, di tegaskannya harus ada toleransi.
"Berita-berita yang menyangkut kondisi saat ini jangan dipanasi dan provokasi, jika kita provokasi akan jadi provokator, bekerjalah dengan baik dan ketentuan ASNnya sehingga daerah kita aman, adem, damai," katanya.
"Saya harapkan juga jangan demo-demo karena kondisi daerah kita sudah damai, adem bekerja seiring sejalan dengan berbagai suku dan agama antara satu dengan yang lain," tandasnya.