Cornelis: Jangan Ada Jual Nama Saya, Penyesalan akan Timbul

Tidak ada lagi kelompok radikal di dalam negara ASEAN ditambah peninjau dan negara yang tergabung di BIMP EAGA bahwa tidak boleh ada aliran tersebut..

Penulis: Ridhoino Kristo Sebastianus Melano | Editor: Mirna Tribun
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/RIDHO PANJI PRADANA
Gubernur Kalbar, Cornelis. 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Ridhoino Kristo Sebastianus Melano

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK – Gubernur Kalimantan Barat, Cornelis menyatakan kelompok-kelompok radikal sudah dibicarakan di Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN beberapa waktu lalu di Filipina.

Tidak ada lagi kelompok radikal di dalam negara ASEAN ditambah peninjau dan negara yang tergabung di BIMP EAGA bahwa tidak boleh ada aliran tersebut hidup di negeri ini. 

“Saya menjalankan tugas pemerintah, kepala pemerintahan, jelas siapa presidennya, bagaimana kita mempertahankan Pancasila, UUD 1945, menjaga persatuan dan kesatuan, ini negara sudah diatur, ada kepala negaranya, ada kepala pemerintahannya wajib kita jalankan,” katanya, Senin (8/5/2017).

Menurut Cornelis, selaku ASN (Aparatur Sipil Negara), dirinya sebagai Gubernur atas nama negara dan pemerintah yang sah, tetap menolak aliran radikal di Bumi Kalimantan Barat.

Baca: Gubernur Kalbar Ditolak Masyarakat Aceh, MABM Kalbar Sesalkan Hate Speech Cornelis

Ia tidak mau ada konflik di antara masyarakat karena akan membuat masyarakat miskin, bodoh, pembangunan akan makin tertinggal karna orang takut untuk datang dan berinvestasi ke daerah Kalbar.

“Serta akan membuat kita saling curiga mencurigai,” ungkap Mantan Bupati Landak.

Dijelaskan Cornelis, landasan dirinya tetap menggunakan ASN tanpa memandang suku agama ras dan antar golongan (SARA) untuk membangun Indonesia.

“Kita saling percaya, saling meyakini bahwa tugas yang diemban adalah tanggungjawab kita. Wajib kita memberikan kesejahteraan kepada masyarakat, ini perintah undang-undang, Perintah Presiden,” ucapnya.

Selain itu, Cornelis juga meminta supaya mindset ASN diubah, agar bermental pelayan, serta pelihara persatuan dan kesatuan bangsa, menjaga korps, pelihara jiwa korsa, persatuan dan kesatuan dijaga di internal.

“Jangan ada pungli-pungli. Jangan ada korupsi, jangan ada jual-jual nama keluarga jual nama saya, kalau sudah terjadi saya sama sekali tidak bisa menolong anda, penyesalan yang akan timbul,” pungkas Cornelis.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved