Hari Buruh
Muspika Kuala Behe Rakor Menghadapi Peringatan Hari Buruh
Unsur Muspika, Tokoh Adat dan Tokoh masyarakat serta perwakilan beberapa perusahaan yang ada di Kuala Behe sebelumnya telah melakukan Rapat Koordinasi
Penulis: Alfon Pardosi | Editor: Mirna Tribun
Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Alfon Pardosi
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, LANDAK - Untuk menjaga situasi yang kondusif di wilayah Kecamatan Kuala Behe dalam peringatan hari buruh internasional.
Unsur Muspika, Tokoh Adat dan Tokoh masyarakat serta perwakilan beberapa perusahaan yang ada di Kuala Behe sebelumnya telah melakukan Rapat Koordinasi.
Rapat Koordinasi yang dilaksanakan di kantor Camat Kuala Behe tersebut, membahas untuk menyamakan persepsi bahwa Muspika, tokoh adat, tokoh masyarakat dan perusahaan untuk dapat selalu memfasilitasi penyelesaian permasalahan terkait buruh yang muncul di wilayah Kecamatan Kuala Behe.
"Pengusaha dan pekerja hendaknya dalam menyikapi setiap permasalahan yang berkaitan dengan perburuhan agar mengedepankan langkah penyelesaian kekeluargaan musyawarah mufakat. Sehingga tercipta harmonisasi, kondusifitas antara pekerja buruh dengan perusahaan," ujar Kapolsek Kuala Behe Ipda Supardi pada Senin (1/5/2017).
Baca: Tujuh Penderita Kaki Gajah di Sintang Meninggal
Lanjutnya lagi, dari hasil rapat itu, telah disepakati untuk secara bersama-sama menghimbau kepada pekerja buruh.
Dalam memperingati hari buruh agar melakukan kegiatan-kegiatan yang positif, seperti bakti sosial, membersihkan fasilitas-fasilitas umum dan lain-lain.
Itu dilakukan untuk menghilangkan animo di masyarakat, tentang hari buruh sedunia yang indentik dengan aksi demontrasi atau unjuk rasa.
"Meski aksi tersebut merupakan suatu hal yang di perbolehkan dan di lindungi oleh Undang-Undang, tapi kita di Landak lebih baik diisi dengan kegiatan bakti sosial," tutup Kapolsek.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/yon-armed-16-komposit-ngabang_20170501_175743.jpg)