Ini Tuntutan AJI Pontianak Pada Peringatan Hari Buruh 1 Mei 2017

Hasil survei AJI khususnya soal kontributor media di daerah banyak diabaikan hak-haknya. 39 persen kontributor belum memperoleh BPJS.

Ini Tuntutan AJI Pontianak Pada Peringatan Hari Buruh 1 Mei 2017
NET

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Ridhoino Kristo Sebastianus Melano

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Kondisi kesejahteraan sebagian jurnalis dan pekerja media yang belum menggembirakan kembali mencuat pada peringatan Hari Buruh (Mayday) 1 Mei 2017.

Tak jauh beda dengan buruh, bahwa sebagian jurnalis masih menerima penghasilan jauh dibawah ketentuan upah minimum regional yang berlaku di masing-masing daerah.

Kepiawaian jurnalis membicarakan nasib buruh dan hubungan industrial yang menimpa kaum buruh melalui karya jurnalistik, ternyata belum pararel dengan kondisi terkini penghasilan kalangan jurnalis.

"Posisi tawar jurnalis yang lemah karena belum berserikat membuat pemilik media berlaku "semena mena" dalam hal kesejahteraan jurnalis maupun pekerja media secara umum," kata Koordinator Divisi Hukum, Advokasi dan Serikat Pekerja Aji Pontianak, Boyke Sinurat, Minggu (30/4/2017).

Baca: Pemprov Kalbar Minta Peringatan May Day Besok Diarahkan ke Kegiatan Positif

Tidak mengherankan perkembangan industri media yang begitu pesat, tak berbanding lurus dengan kesejahteraan jurnalis.

Bahkan di tengah tren konvergensi media yang menjadikan beban kerja jurnalis dan pekerja media kian berat, tetap tak berpengaruh pada kesejahteraan.

Hasil survei AJI khususnya soal kontributor media di daerah banyak diabaikan hak-haknya. 39 persen kontributor belum memperoleh Jaminan Sosial Nasional berupa BPJS Kesehatan dan ketenagakerjaan.

Dari jumlah itu, 44 persen tidak terlindungi karena mengaku tidak mampu membayar asuransis wasta secara mandiri.

Halaman
12
Penulis: Ridhoino Kristo Sebastianus Melano
Editor: Rizky Zulham
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved