Kedai Kopi Mulai Bertebaran, Begini Nikmatnya Kopi Khas Pontianak

Kalau untuk sekarang, setidaknya ada lima jenis kopi khas Pontianak yang dikenal banyak orang

Penulis: Ishak | Editor: Jamadin
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID / ISHAK
Beberapa merek kopi khas Pontianak yang dijual di toko Asia 12, Kamis (27/4/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak Ishak

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Biji istimewa yang disebut kopi, dulunya melanglang buana dari dataran Asia menginvasi Eropa. Dari tanah Turki, merambah daratan raja Luois di Perancis, ratu Elizabeth di Inggris, hingga Jerman.

Kemunculannyapun sempat tercatat dalam noktah sejarah mengevolusi budaya di daratan Eropa. Dari segelas bir, ke secangkir kopi yang aromanya terpantul-pantul di antara langit-langit dan dinding kedai umum.

Kehadirannyapun membuat orang betah berlama-lama duduk di satu kedai. Berbicara tentang apa saja sambil menyeruputnya perlahan diujung bibir.

Kelakar orang-orang beragam latar, menyatu dalam suasana riuh rendah suara dan tawa. Dari politik hingga deal-deal ekonomi kaum kelas bawah, terjadi di kedai di mana kasta tak bicara.

Berabad laun sudah lamanya. Tapi budaya khas kedai kopi ini tetap terjaga. Dari tanah Asia Timur dan Eropa, tak kurang pula di tanah Khatulistiwa, Pontianak.

Kedai-kedai kopi bermunculan. Bahkan menjadi tempat di mana harapan dibicarakan, kelelahan dilepaskan, dan keceriaan dihidupkan.

"Kopi termasuk khas di Pontianak. Apalagi Pontianak sekarang terkenal dengan Coffee  Street-nya. Dari anak muda sampai orang tua, suka nongkrong di warung kopi," ujar pemilik toko Asia 21, menggambarkan bagaimana budaya menyeruput kopi ini hidup kental di tengah masyarakat Pontianak, Kamis (27/04/2017).

Iapun mengungkapkan, sampai saat ini, bahkan tak kurang ada beberapa jenis kopi yang diproduksi asli Pontianak.

Ketenarannyapun tak kalah populer. Sebab selain sajikan rasa yang nikmat, kopi-kopi inipun telah berpuluh tahun lamanya dikenal masyarakat kota ini.

Sebut saja Kopi cap Obor misalnya. Kopi cap jempol menyusul pula soal popularitas dan melegenda ini.

"Kalau untuk sekarang, setidaknya ada lima jenis kopi khas Pontianak yang dikenal banyak orang. Ada kopi cap Obor, Jempol, Aming, Sepok, dan Kopi Pancong," ungkapnya.

Selain dari merek - merek tersebut, katanya, sebenarnya ada beberapa merek lain. Namun, lima ini boleh dikata yang cukup populer dan ramai peminat.

Beberapa, menggunakan kopi Robusta. Beberapa lagi, tak lain olahan dari kopi Arabica yang terkenal kenikmatannya.

"Nah lima-limanya ada di kios kami. Biasanya juga dibeli konsumen untuk oleh-oleh," timpalnya.

Harga yang ditawarkan juga terbilang terjangkau. Kopi-kopi ini dengan ukuran 1/2 kg, misalnya, hanya dibanderol Rp 35 ribuan saja. Sedangkan untuk ukuran berat  1/4 Kg, dibanderol Rp 17.500.

"Semua harganya relatif sama. Kecuali Aming, bobotnya 200 gram, harganya Rp 15 ribu. Kalau yang 1 kg, harganya Rp 65 ribu," pungkasnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved