IHSG Ditutup Turun 19,50 Poin

Saham-saham yang dapat diperhatikan diantaranya BDMN, BWTP, HRUM, SSIA, WIKA, PBRX,

Penulis: Tri Pandito Wibowo | Editor: Jamadin
shutterstock
Ilustrasi pergerakan harga saham 

Laporan Wartawati Tribun Pontianak, Maskartini

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - PT Reliance Sekuritas Indonesia merilis pergerakan IHSG cenderung tertekan sejak awal sesi perdagangan. IHSG ditutup turun 19,50 poin sebesar -0,34% dilevel 5707 dengan volume yang moderate. Indeks sektor keuangan memimpin pelemahan dimana terjadi aksi profit taking disebagian saham perbankkan.

Branch Manager PT Reliance Sekuritas, Riza Juliandri mengatakan pergerakan IHSG masih terlihat tertahan meskipun cenderung tertekan sejak awal sesi perdagangan. Hal ini diakibatkan tingginya aksi beli investor asing pada hari ini masih terlihat cukup besar dilevel Rp461,64 miliar.

Bursa Asia ditutup mayoritas terkonsolidasi negatif dengan pelemahan terjadi pada indeks saham Jepang setelah mengalami penguatan 4,5% sejak awal pekan. Investor mempertimbangkan keputusan sentral Bank pada kebijakan moneternya dan beberapa pendapan perusahan di Q1 2017.

BOJ akan menegaskan kebijakan akomodatif dan melanjutkan kebijakan pembelian aset untuk beberapa waktu kedepan karena pertumbuhan inflasi di Jepang cukup lambat. Bursa Eropa dibuka gap down dengan rata 0,5% seiring jenuhnya pergerakan Indeks global setelah diperdagangkan hingga rekor tertinggi minggu ini karena optimisme perbaikan pertumbuhan ekonomi global.

Beberapa kinerja keuangan perusahan di Eropa yang underperform menjadi alasan investor melakukan profit taking. Dimana deutsche Bank turun 3,1 persen setelah kinerja keuangannya tidak sesuai perkiraan pada kuartal pertama.

Secara teknikal IHSG terkonsolidasi negatif pada area upper bollinger bands dengan indikator Stochastic yang berindikasi dead-cross diarea jenuh seiring pergerakan tertekan indikator RSI yang mulai meninggalkan area overbought. Pengujian level 161,8% fibonacci dari wave yang terbentuk dilevel 5741 dirasa cukup berat tertimbang probabilitas koreksi yang bertambah menguji support MA7 dilevel 5651.

"Sehingga diperkirakan IHSG akan bergerak kembali mixed terkonsolidasi negatif pada perdagangan diakhir Q1 2017 ini dengan range pergerakan 5651-5741. Saham-saham yang dapat diperhatikan diantaranya BDMN, BWTP, HRUM, SSIA, WIKA, PBRX," ujarnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved