Geliat Persipon

Ketika klub-klub tersebut bermain di kandang sendiri hampir bisa dipastikan stadion akan terisi penuh.

Tayang:
Penulis: Ahmad Suroso | Editor: Jamadin
TRIBUN PONTIANAK / ANESH VIDUKA
Laga Persipon (kostum hijau kuning) vs Sragen United di Stadion Sultan Syarif Abdurrahman (SSA), Pontianak, Kalimantan Barat, Minggu (23/4/2017). Pertandingan putaran pertama group 4 Liga 2 ini dimenangi oleh Sragen United dengan skor 2-1. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Setelah lama tahu terdengar gaungnya, Persipon (Persatuan Sepakbola Indonesia Pontianak) kembali menunjukkan geliatnya. Berada di Liga 2 Indonesia yang berada satu tingkat di bawah level tertinggi dalam persepakbolaan Indonesia yaitu Liga 1, Persipon menjalani laga perdana melawan tim Sragen United, di lapangan Sultan Syarif Abdulrahman (SSA) Pontianak, Minggu (23/4).

Bermain di hadapan ribuan pendukungnya sendiri, Persipon justru tumbang di tangan tim tamu, Sragen United dengan skore 1-2. Meski tak bisa memetik kemenangan, kekalahan itu tak perlu membuat kita larut dalam kekecewaan. Karena bola itu bundar. Sama seperti bola yang bisa bergulir ke mana saja, begitu juga hasil dari pertandingan sepakbola, tak ada yang pasti.

Kita sebagai pecinta sepakbola di Kalbar sudah semestinya bangga dengan pencapaian prestasi Persipon bisa masuk kembali ke Liga persepakbolaan Indonesia, meski hanya di Liga 2. Untuk diketahui, sebagai klub sepakbola, Persipon pernah mencatat prestasi menjadi runner up Divisi 2 (2006). Setahun kemudian, promosi ke Divisi 1, serta promosi ke Divisi Utama 2012.

Perjalanan Persipon di Liga 2 Indonesia masih panjang. Jadi, yang perlu dipikirkan adalah ke depannya. Diperlukan evaluasi mengenai efektivitas masing-masing lini Persipon usai pertandingan perdana Liga 2 menghadapi Sragen United. Supaya tim berjuluk Elang Khatulistiwa ini memiliki skuat yang tangguh di kancah persepakbolaan nasional.

Adalah menjadi kebanggaan masyarakat ketika ada klub sepakbola lokal yang dapat mampu bersaing di sepakbola nasional. Bisa dilihat dari klub-klub besar seperti Persib, Sriwijaya FC, Arema, PSM Makassar, Persija, yang mempunyai pendukung fanatik. Ketika klub-klub tersebut bermain di kandang sendiri hampir bisa dipastikan stadion akan terisi penuh.

Klub-klub tersebut juga memiliki manajemen klub yang cukup profesional. Bisa menjalankan bisnis klub sepakbola dengan baik sehingga bisa besar seperti sekarang. Rsaa cinta dan bangga itulah yang juga ingin dirasakan juga oleh masyarakat kota ataupun kabupaten lain termasuk masyarakat Kota Pontianak.

Karena itu, perbaikan manajemen klub Persipon semestinya dilakukan dari sekarang. Dengan pengelolaan yang serius, profesional, dilakukan oleh personel yang benar-benar mencintai sepakbola dan kota Pontianak, Persipon akan dapat berkembang dan maju tanpa harus dilepas kepada pihak-pihak yang ingin membawa Persipon keluar dari kota Pontianak.

Ada dua kendala utama yang dihadapi Persipon saat ini sebagaimana diungkapkan pengurus Persipon, yakni faktor pendanaan dan faktor seleksi pemain. Dengan persiapan kurang dari sebulan, tentu ini menjadi pekerjaan berat Pelatih Kepala Persipon, Inyong Lolombulan. Tidak sedikit dana yang dibutuhkan untuk mengarungi dua musim penyelenggaraan Liga 2 pada tahun ini.

Sampai saat ini, baru ada dua sumber dana terbesar yang didapatkan oleh Persipon. Sumber dana pertama datang dari sponsor PDAM dengan jumlah sebesar 150 juta, kemudian ditambah dana sumbangan Aparatur Sipil Negara (ASN) jajaran Pemerintah Kota Pontianak sebesar 250 juta yang sudah diserahkan langsung Walikota Pontianak Sutarmidji saat laga perdana.

Persipon adalah klub kebanggaan Kota Pontianak. Dengan posisinya sebagai ibukota sebuah provinsi, seharusnya tidak sulit bagi Persipon untuk mendapatkan dana maupun sponsor. Banyak perusahaan-perusahaan swasta serta BUMD yang beroperasi di Kota Pontianak.

Namun dalam suatu organisasi keolahragaan termasuk pada kepengurusan Persipon harus ada saling memberikan keuntungan atau simbiosia mutualisme jika ingin menarik perusahaan-perusahaan menjadi sponsor.Tentunya sponsor menginginkan Persipon bisa memberikan prestasi yang dapat mengangkat nama sponsor.

Saat peluang ini sudah terbuka, maka tinggal peran serta pemerintah lagi untuk merangkul perusahaan dan pengusaha memberi perhatian terhadap klub sepakbola lokal. Sebab jika Persipon Pontianak berhasil dan mampu berbicara di Liga 2 ini, pastinya akan memberikan pengaruh besar terhadap nama daerah khususnya Kota Pontianak dan umumnya Provinsi Kalimantan Barat. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved