Warga Kapuas Hulu Tenggelam

Enam Orang Tewas Tenggelam, Ketua DPRD: Harus Jadi Pelajaran Bersama

Kejadian tersebut, menjadi pelajaran bersama agar kedepannya pihak desa, Eksekutif, dan Legeslatif dapat bersama-sama bergandengan tangan.

Enam Orang Tewas Tenggelam, Ketua DPRD: Harus Jadi Pelajaran Bersama
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/SAHIRUL HAKIM
Tim gabungan saat melakukan evakuasi korban tenggelam, Minggu (23/4/2017) 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Sahirul Hakim

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KAPUAS HULU - Menanggapi kecelakaan air longboat di Kecamatan Silat Hulu, sehingga menewaskan enam orang yang terdiri dari anak-anak dan orang dewasa, Ketua DPRD Kapuas Hulu Rajuliansyah merasa sangat berduka cita sedalam-dalamnya terhadap para korban.

"Kejadian tersebut, menjadi pelajaran bersama agar kedepannya pihak desa, Eksekutif, dan Legeslatif dapat bersama-sama bergandengan tangan, untuk mencari solusi dalam membangun wilayahnya terutama jalan darat," ujarnya kepada wartawan, Selasa (25/4/2017).

Atas kejadian ini menurut Rajuliasnyah, tidak bisa menyalahkan siapapun, yang terpenting saat ini adalah lakukan dengan bersama-sama untuk membangun infrastruktur, sehingga masyarakat tidak bergantungan dengan jalur sungai lagi.

"Memang dalam menunjang kemajuan perekonomian masyarakat, tidak terlepas dari pembangunan infrastruktur yang memadai. Selama ini Eksekutif, dan Legeslatif selalu berusaha mencari cara, untuk membangun berbagai infrastruktur yang dibutuhkan masyarakat dengan keterbatasan anggaran yang dimiliki," ucapnya.

Baca: Tim Gabungan Temukan Semua Korban Tenggelam di Sungai Silat

Selain itu kata politisi partai PPP ini, saat ini desa memiliki peran yang sangat besar, dalam membangun daerahnya, mengingat dana ADD dan DD yang dikucurkan ke desa jumlahnya cukup besar.

"Kita harapkan, dana tersebut dapat digunakan tepat sasaran, sesuai dengan yang dibutuhkan oleh masyarakat setempat," ungkapnya.

Sementara itu, Anggota DPRD Kapuas Hulu Alimin menyatakan, Infrastruktur jalan dan jembatan sangat penting, sebab sarana pra sarana tersebut, sangat dibutuhkan oleh masyarakat untuk mempermudah akses transportasi untuk mengangkut barang maupun orang.

"Kedepan kita usahakan agar tidak ada lagi desa dan kecamatan yang tidak memiliki infrastruktur berupa jalan dan jembatan, dan tidak harus bertegantungan dengan akses di sungai," ungkapnya.

Penulis: Sahirul Hakim
Editor: Rizky Zulham
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved