Hari Kartini

Wow, 60 Persen Lebih Perempuan Duduki Jabatan Eselon IV di Pemkot Pontianak

Menurut Midji, dalam menerapkan persamaan gender tidak lagi menjadi sebuah persoalan di Pontianak ini karena memang sudah tidak ada masalah.

Penulis: Syahroni | Editor: Mirna Tribun
TRIBUNPONTIANAK/MADROSID
Wali Kota Pontianak, Sutarmidji saat memberikan sambutan pada acara peringatan Hari Kartini 2017. 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Syahroni

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Walu Kota Pontianak, Sutarmidji, tegaskan jika di Pontianak khususnya dilingkungan Pemerintahan saat ini sudah tidak ada lagi permasalahan gender.

Menurut Midji, dalam menerapkan persamaan gender tidak lagi menjadi sebuah persoalan di Pontianak ini karena memang sudah tidak ada masalah.

Di acara peringatan Hari Kartini, Sutarmidji tegaskan kalau perempuan juga banyak menduduki posisi penting dan strategis di pemerintahan Kota Pontianak.

Baca: Midji akan Bangun Gedung Parkir Enam Lantai di Gajahmada, Dilengkapi Food Court Juga

Karena ia melihat kemampuan dan kompetensi yang dimiliki oleh orang tersebut.

"Kalau jabatan, perempuan lebih dari separuh pejabat di Pontianak itu perempuan. Kalau eselon IV itu lebih 60 persen, eselon III berimbang, eselon II itu ada 40 persen," ucapnya saar acara peringatan Hari Kartini, di Aula Rumah Jabatan Wali Kota, Kamis (20/4/2017).

Ia juga memberikan rincian beberapa perempuan yang menduduki jabatan penting dan strategis di Pemkot Pontianak adalah, Kasat Pol PP, Kadishub, Kepala DLH, Kadis Perpustakaan, Asisten 1 dan 3, ada camat dan beberapa lurah di Pontianak ini.

Bahkan dalam menjalankan tugas pokok dan fungsi (Tupoksi) disampaikannya perempuan juga sangat efektif.

"DLH bersih tidak Pontianak, Pol-PP efektif tidak jalankan Perda, Dishub bagaimana lalu lintas kita, bahkan Pontianak dapat penghargaan dari pusat, dan perpus maju bahkan diatas 200 persen, itu bukti perempuan bisa diandalkan untuk memberikan layanan publik terbaik dalam segala hal," tambahnya.

Bahkan Politsi PPP ini juga mengatakan kalau sebenarnya tidak sependapat kalau perempuan itu diberi jatah dengan persentase.

Ditegaskannya kalau memang dia (perempuan) mampu, semua pun tidak apa.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved