Ketua FSB: Aksi Mogok Kerja Tak Melanggar Hukum

Secara organisasi kita tetap melakukan advokasi, apabila nanti tidak mendapatkan kesepakatan sampai aksi mogok kerja kita akan tempuh jalur hukum

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Alfons Pardosi

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, LANDAK - Ketua Federasi Serikat Buruh (FSB) Kamiparho Landak, Yasiduhu Zalukhu atau yang biasa di sapa Yusuf ini menerangkan akan tetap mengawal permasalahan tersebut.

"Secara organisasi kita tetap melakukan advokasi, apabila nanti tidak mendapatkan kesepakatan sampai aksi mogok kerja kita akan tempuh jalur hukum," katanya.

Diakuinya masalah mogok kerja yang akan dilakukan oleh karyawan dan BHL memang telah memenuhi unsur. Karena beberapa kali pertemuan antara karyawan dan Dinas Tenaga Kerja namun pihak perusahaan tidak hadir. Maka menurut undang-undang aksi yang akan dilakukan tidak melanggar aturan.

Kemudian Yusuf menjelaskan, terkait dengan aksi mogok kerja itu bukan berarti karyawan atau BHL yang ada tidak datang ke tempat kerja. "Aksi mogok kerja ini bukan tidak datang ke tempat kerja, tapi datang ke tempat kerja namun tidak melakukan aktifitas," jelasnya.

Disampaikannya lagi, selama aksi mogok kerja itu bertujuan untuk memberikan kesempatan kepada perusahaan untuk pendekatan.

"Kita tidak ingin hal ini terjadi, tapi kalau tidak ada penyelesaian ya kita lakukan. Namun yang pasti saya pesankan kepada kaum buruh untuk tetap jaga ketertiban dan tidak ada anarkis," tutupnya.

Penulis: Alfon Pardosi
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved