Juwita: Saprahan Santai Tak Hanya untuk Orang Melayu

Jumlah peserta yang mendaftar sekitar 300-an orang, cuma karena hujan, jadinya peserta saprah yang baru datang pada bubar duluan

Tayang:
Penulis: nicko ardinata | Editor: Jamadin
TRIBUN PONTIANAK/DESTRIADI YUNAS JUMASANI
Seratusan masyarakat meramaikan kegiatan makan saprahan bersama di Taman Alun Kapuas, Minggu (16/4/2017) sore. Kegiatan yang digelar oleh Persatuan Orang Melayu Kalbar untuk terus melestarikan besaprah yang merupakan budaya Melayu. 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Nicko Ardinata

Persatuan Orang Melayu Kalbar gelar Saprahan Santai

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Persatuan Orang Melayu Kalbar gelar Saprahan Santai di Alun-Alun Kapuas Kota Pontianak, Minggu (16/4/2017) sore.

Panitia pelaksana penerimaan peserta, Weny Juwita mengatakan peserta yang mendaftar sekitar 300-an orang.

"Jumlah peserta yang mendaftar sekitar 300-an orang, cuma karena hujan, jadinya peserta saprah yang baru datang pada bubar duluan," ujarnya, Minggu (16/4/2017)

Weny juga mengayakan bahwa yang ikut dalam saprahan tidak hanya orang melayu.

"Kebanyakan peserta saprah tadi dari Kota Pontianak, Kabupaten Kubu Raya dan ada juga yang dari luar kota seperti Mempawah," ujarnya.

"Ndak semua mayoritas orang Melayu yang penting muslim aja. Ada juga yang bukan melayu dan ndak tau apa itu saprahan jadi pengen ikut, pengen tau saprahan itu seperti apa," jelasnya.

Ia juga menjelaskan bahwa peserta saprah yang datang menggunakan kostum yang telah ditentukan.

"Kostum pesertanya, telok belanga,baju muslim,  baju kurong, bebas rapi menutupi aurat, yang ada tanjak pakai tanjak dan baju kaos POMa atau kaos hitam," pungkasnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved