Breaking News:

Morkes : Potensi Konflik Jangan Sampai Muncul

Makanya potensi komplik yang terpendam ini harus dijaga semua pihak dan jangan sampai timbul

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID / SUBANDI
MABM Ketapang menyelenggarakan acara adat Melayu untuk islah atau mendamaikan pihak yang bertentang yang dilaksanakan di Rumah Adat Melayu Ketapang, Kamis (13/4) malam. 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Subandi

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KETAPANG -Ketua Majlis Adat Budaya Melayu (MABM) Ketapang, Kyai Mangku Negeri H Morkes Effendi, mengatakan adanya perbedaan suku dan agama di masyarakat tentunya berpotensi konflik. 

Morkes mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk saling menjaga jangan sampai konflik tersebut timbul.

“Makanya potensi komplik yang terpendam ini harus dijaga semua pihak dan jangan sampai timbul,” kata Morkes saat acara adat Melayu untuk islah atau mendamaikan pihak bertentangan di Rumah Adat Melayu Ketapang, Kamis (13/4) malam.

Acara adat Melayu untuk islah ini terkait pembakaran mobil Ketua Front Perjuangan Rakyat Ketapang (FPRK), Isa Anshari beberapa waktu lalu. Terkait hal itu kemudian berkembang isu yang berpotensi memecahbelah antar masyarakat.

“Jadi saya harap kedepan potensi komplik seperti ini jangan dibiarkan. Kalau ada masalah jangan mengaitkan suku, agama dan lain-lain karenaa sangat berbahaya. Kalau sudah terjadi perpecahan maka sulit untuk mengatasainya,” ucap Morkes.  

Ia menjelaskan potensi konflik terpendam bisa timbul jika kewibawaan Pemerintah menurun apalagi masyarakatnya tidak diberi pembinaan. Tapi kalau masyrakat sadar bahwa knflik itu tak baik maka hal tersbeut itu bisa dihindari.

“Ketapang ini terkenal daerah tidak pernah konflik dan jangan sampai terjadi konflik. Dahulu ada mahasiswa mengatakan kita akan terjadi pertumpahan darah. Sayaa tangkapa tangannya mau saya iris ternyata dia ketakutan,” kenangnya.

“Jadi saya katakan tidak ada enaknya kalau terjadi pertumpahan darah. Jangankan pertumpahan darah, ujung jari saja kalau diiris kita sudah kesakitan,” lanjutnya.

Penulis: Subandi
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved