Breaking News:

MABM Ketapang Damaikan Pihak Terkait Kasus Pembakaran Mobil Ketua FPRK

Selain pihak MABM dan kedua belah pihak acara ini dihadiri juga Bupati Ketapang, Martin Rantan serta lain-lain.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID / SUBANDI
Ketua FPRK, Isa Anshari dan adik pelaku pembakar mobilnya, Agustinus bermaafan saat acara ada Melayu untuk islah kedua belah pihak yang diselenggarakan MABM Ketapang di Rumah Adat Melayu Ketapang, Kamis (13/4) malam. 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Subandi

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KETAPANG - Majlis Adat Budaya Melayu (MABM) Ketapang menyelenggarakan acara adat Melayu untuk islah atau mendamaikan pihak yang bertentang. Kegiatan dilaksanakan di Rumah Adat Melayu Ketapang, Kamis (13/4) malam.

Acara ini terkait kasus pembakaran mobil Ketua Front Perjuangan Rakyat Ketapang (FPRK), Isa Anshari di depan rumahnya yang terjadi belum lama ini oleh Agus Priono. Sehingga MABM Ketapang merasa berkewajiban mendamaikan kedua belah pihak.

Acara adat dipimpin langsungsung Ketua MABM Ketapang, Kyai Mangku Negeri H Morkes Effendi. Selain pihak MABM dan kedua belah pihak acara ini dihadiri juga Bupati Ketapang, Martin Rantan serta lain-lain.

“Mendamaikan persolan adalah kewajiban kita. Apalagi saya sebagai Mangku Negeri maka berkewjiban mengislahkan saudara-saudara kita yang salah paham,” kata Morkes saat menyampaikan arahannya ketika acara berlangsung.

Baca: Pawai Sinterklas Tewaskan Bocah Empat Tahun, Mobil Dibakar Warga

Ia menjelaskan cara menyelesaikan masalah itu bermusyawarah. Kemudian berpegang teguhlah pada tali Allah dan jangan berpecah belah. Menurutnya apa yang kita inginkan belum tentu bagus bagi kita. Serta Bagus kata kita belum tentu bagi orang begitu juga sebaliknya.

“Segala sesuatu yang terjadi harus dijalin saling pengertian di antara kita supaya tidak berpecah belah. Jangan suka berpecahbelah, tidak bagus karena akan menimbulkan masalah baru dan tidak boleh menurutkan emosi. Yang sudah ya sudah lah mungkin kesalah pahaman, jangan terulang lagi,” imbaunya.

“Tapi islah ini tidak membatalkan hukum positif, hukum tetap hukum. Tempat sirih, nasi kuning dan lain-lain sebagai antara secara adat melayu menandakan bahwa Pak Isa sama pelaku sudah damai. Jadi tinggal urusan hukum antara pelaku sama polisi. Mobil Pak Isa juga supaya dibaguskan misalnya di cat baguskan lagi,” lanjutnya.

Penulis: Subandi
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved