Sabu 20 Kilogram di Batang Tarang

BREAKING NEWS: Kalbar Jadi Daerah Tujuan Penyelundupan Narkoba Malaysia

Pihaknya mengatakan bahkan upaya komunikasi dengan petugas di Malaysia juga telah dilakukan, namun menurutnya pihak berwenang dari Malaysia hingga....

TRIBUN PONTIANAK/DESTRIADI YUNAS JUMASANI
Deputi Bidang Pemberantasan BNN Arman Depari (baju biru muda) menggelar press release penggagalan penyelundupan sabu-sabu seberat kurang lebih 15,39 kilogram melewati Entikong, di Kantor BNNP Kalimantan Barat, Jalan Parit Haji Husin, Pontianak, Kalimantan Barat, Senin (10/4/2017) siang. Dari penggagalan yang terjadi di wilayah Batang Tarang, Kab Sanggau ini, BNN mengamankan empat orang tersangka dan satu orang lainnya tewas terkena timah panas saat melawan petugas. TRIBUN PONTIANAK/DESTRIADI YUNAS JUMASANI 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Zulkifli

TRIBUNPONTIANAK.CO ID,PONTIANAK - Deputi Pemberantasan BNN Irjen Arman Depari mengatakan, penggalan sabu 15 Kg kembali menjadi bukti bahwa daerah Kalbar, ini masih jadi sasaran dan menjadi tujuan penyelundupan narkoba yang berasal dari Malaysia.

"Ini sudah yang kesekian kalinya,"ungkapnya.

Baca: BREAKING NEWS: Para Tersangka Terancam Hukuman Pidana Mati

Tak dipungkiri lanjutnya masih banyak warga Indonesia yang menjadi pelaku tindak kejahatan Narkoba ini. Pihaknya bersama instansi terkait akan terus memonitor terutama wilayah perbatasan .

"Kita akui masih ada kekurangan. Namun semua daya upaya akan dilaksanakan dan dilakukan baik, penangkapan penyitaan dan penindakan tegas yang terukur,"Ujarnya.

Pihaknya mengatakan bahkan upaya komunikasi dengan petugas di Malaysia juga telah dilakukan, namun menurutnya pihak berwenang dari Malaysia hingga saat ini belum memberikan jawaban.

"Itu pernah saya sampaikan. Apakah ini karena ketidak mampuan mereka atau memang tidak punya komitmen sebagai negara tetangga dalam kerangka Asean yang seharusnya bersama-sama mengatasi permasalahan Narkoba ini," ujarnya.

Dalam beberapa bulan terkahir sudah ada beberapa kasus pengungkapan di antaranya dengan barang bukti 20 kg, 11 kg dan terakhir 15 Kg.

"Jadi sudah cukup banyak,"Ujarnya.

Pihaknya memastikan hingga saat ini belum menemukan keterlibatan oknum petugas.

Namun ia menilai yang perlu menjadi perhatian, memang masih ada kelemahan dalam pengawasan perbatasan.

"Ini perlu kita perkuat, bersinergi untuk mengatasi ini. Kelemahan ini bisa karena personil, SDM atau peralatanya. Namun saya tegaskan, walaupun masih lolos diperbatasan kita masih bisa mencegah," katanya.

Ia mengimbau kepada masyarakat terkait dengan sejumlah kasus, tertangkapnya pelaku penyelundupan Narkoba ke Kalbar, tidak menjadi ketakutan bagi masyarakat.

"Karena tertangkapnya Narkoba diberbagai tempat, menunjukan aparat siap dan mampu melindungi masyarakat," ujarnya.

Penulis: Zulkifli
Editor: Mirna Tribun
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved