Tak Satupun Harta Benda Milik Korban Kebakaran di Parit Bugis Terselamatkan

Dalam keadaan kosong, tak satupun isi rumah dapat di selamatkan. Api leluasa melahap rumah dan isinya hingga kobaran api mengangkasa.

Penulis: Madrosid | Editor: Rizky Zulham
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/DESTRIADI YUNAS JUMASANI
Kebakaran satu unit rumah di Gang Hidayah, Jalan Parit Bugis, Kubu Raya, Kalimantan Barat, Minggu (9/4/2017) malam. Satu unit rumah papan tersebut hangus terbakar tanpa bisa diselamatkan harta benda didalamnya. TRIBUN PONTIANAK/DESTRIADI YUNAS JUMASANI 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Madrosid

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KUBU RAYA - Satu unit rumah mlik warga berukuran 4x12 meter beserta isinya, ludes terbakar di lahap si jago merah, di Gang Hidayah Parit Bugis Desa Arang Limbung, Minggu (9/4/2017) sekitar pukul 18.30 WIB. Saat kejadian sang pemilik tak berada di rumah.

Supadi (47), si pemilik rumah sedang menyelesaikan urusan ke Kota Baru.

Sementara Istrinya Meliana (42) juga pergi ke Siantan bersama anak ketiaganya.

Dalam keadaan kosong, tak satupun isi rumah dapat di selamatkan. Api leluasa melahap rumah dan isinya hingga kobaran api mengangkasa, terlihat oleh masyarakat sekitar.

"Saya dapat telpon 20 menit setelah kejadian. Buru-buru ngejar kesini, semuanya sudah habis. Api pun sudah mati," kata Supardi.

Ia mengaku tak punya apa-apa lagi. Hanya baju dibadan saja yang ia bawa. Begitu juga dengan istri dan anak-anaknya.

Baca: Foto-foto Kebakaran di Gang Hidayah Parit Bugis

"Gak tahu masih bingung mau kemana. Mungkin nginap dirumah kakak di Parit Baru," imbuhnya.

Akibat kebakaran ini, jaringan listrik di sekitar rumahnya padam. Supardi bersama keluarganya hanya bisa meratap. Lantaran semua harta bendanya dalam rumah habis.

"Satupun tak ada yang bisa diselamatkan. Di dalam ada motor KTM, sertifikat tanah, TV kulkas. Semuanya ludes tak ada sisa," ungkapnya.

Ia menjelaskan sudah menempati rumahnya sejak tahun 1988 bersama istrinya dan memiliki anak. Asalnya dari Kabupaten Landak, Ngabang.

"Saya memang tiap minggu ke kota baru urusan kerjaan. Kebetulan juga istri ke rumah keluarganya bersama anak ketiga yang berusia 3 tahun lebih. Hanya anak nomor dua kelas enam, tapi lagi keluar juga. Kalau yang nomor satu kelas 1 SMA juga tak ada dirumah," jelasnya.

Tepat didepan rumah yang sudah menjadi puing, ia masih tampak tegar. Meskipun harta bendanya sudah hangus dilahap si jago merah. "Rumah saya ini masih kayu semuanya dingding dan lantai, atapnya pakai seng. Gak tahu apa penyeba kebakarannya," paparnya.

Pikirannya, saat ini hanya bagaimana melanjutkan hidup bersama keluarganya. Walaupun beberapa anggota keluarganya mau menerimanya untuk menginap tapi hanya sementara.

"Kalau memang ada yang batu saya terima. Tapi gak taulah ada apa gak. Saya nanti nginap dirumah kakak di parit tengkorak. Istri dan anak sudah kesana sekarang," kata Supardi sembari memandangi puing rumahnya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved