Disebut Nazaruddin Terima Suap e-KTP, Ini Sanggahan Ahok

Ahok mengaku dapat memastikan tidak pernah ada uang yang masuk ke kantongnya dari proyek yang merugikan negara sebesar Rp 2,3 triliun

Editor: Jamadin
Kompas.com/David Oliver Purba
Ahok mendatangi Makam Mbak Priok, Sabtu (4/3/2017) 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, JAKARTA – Muhammad Nazaruddin, Mantan Bendahara Partai Demokrat mengatakan semua anggota Komisi II DPR RI periode 2009-2014 menerima uang hasil korups proyek e-KTP.

Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama yang pernah duduk di Komisi II dari Partai Golkar waktu itu, membantah tudingan tersebut.

Ahok sapaan Basuki menduga kemungkinan namanya tercatut dalam daftar orang-orang yang menerima dana proyek e-KTP. Ahok mengaku dapat memastikan tidak pernah ada uang yang masuk ke kantongnya dari proyek yang merugikan negara sebesar Rp 2,3 triliun.

"Mungkin saja listnya semua terima. Tapi, kan enggak pernah berani kasih ke aku. Orang gue uang perjalanan dinas aja gue balikin," kata Ahok di Jalan Hj Naim, Gandaria selatan, Jakarta Selatan, Rabu (5/4/2017).

Mantan Bupati Belitung Timur ini tak mau banyak komentar saat ditanyakan apakah semua anggota menerima aliran dana tersebut. Sebab sedari awal, dia tidak pernah terlibat dalam bagi-bagi keuntungan yang merugikan keuangan negara itu.

"Gue enggak tahu. Pasti dong kalau dia bagi ke semua komisi II, atas nama saja kan," katanya.

Ahok menduga, Nazaruddin membagi rata daftar penerima aliran dana dan menulis semua nama orang di komisi II DPR. Namun, dia meragukan, ada anggota dewan yang berani memberikan dana itu kepadanya.

"Pasti hitungannya semua komisi. Persoalannya, anggota komisi berani kasih ke gue enggak? Kalau lu kasih gue, pasti gue laporin," kata Ahok.

"Sekarang lu bayangin, lu temen gue nih. Kita perjalanan dinas tiga hari terus perjalanan dipalsuin lima hari, gue ngamuk-ngamuk sampai dua hari gue balikin (duit perjalanan). Lu sebel enggka sama gue? Perjalanan dinas aja enggak gue ambil, duit enggak jelas kasih ke gue. Lu berani enggak kasih ke gue? Kalau gue bocorin?," tambahnya.

Sebelumnya, Nazaruddin membeberkan para anggota dewan yang menerima duit Andi Narogong. Tujuan uang ini diberikan agar anggaran proyek e-KTP yang hampir Rp 6 triliun itu disepakati dewan, baik Badan Anggaran (Banggar) DPR maupun komisi II DPR. Nazaruddin menuturkan, berdasarkan catatan yang dibikin Andi Narogong, yang dipaparkan Mustoko Weni, semua anggota komisi II DPR itu menerima uang pemberian Andi. Pimpinan komisi II DPR mendapat 500 ribu dolar AS dan anggota komisi II DPR sebesar 150 ribu dolar AS.

Nazaruddin juga mengungkap tentang adanya kesepakatan antara dirinya, Mustoko, Ignatius, dan Andi. Hasil kesepakatan ini salah satunya juga terkait pembagian uang kepada rekan-rekan di DPR.

"Anggota komisi II, dibagi 4 kelompok. Wakil ketua, anggota banggar, posisi kapoksi, anggota komisi II," kata Nazaruddin.

Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved