Orangutan Yang Dievakuasi Sedang Sakit, Berikut Analisa Dokter

Diperkirakan ini cacingan. Sebab, ini berdasarkan kondisi yang nampak yakni mata berair dan perutnya membesar...

Penulis: Jimmi Abraham | Editor: Rizky Zulham
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/RIZKY PRABOWO RAHINO
Muksan menggendong Orangutan peliharaannya saat proses evakuasi oleh Satuan Tim Gugus Tugas Tumbuhan dan Satwa Liar Balai Konservasi Sumber Daya Alam (TSL BKSDA) Wilayah II Sintang bekerjasama dengan Sintang Orangutan Center (SOC) di Desa Kebong, Kecamatan Kelam Permai, Senin (3/4/2017) pagi. 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Rizky Prabowo Rahino

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINTANG - Dokter Hewan (drh) SOC Sintang Waluyo Jati menjelaskan orangutan berjenis kelamin laki-laki yang berhasil dievakuasi dari Warga Desa Kecamatan Kelam Permai berkondisi tidak sehat.

Ini berdasarkan pengamatan yang dilakukan oleh dirinya. Saat berada dalam kandang, orangutan bernama Bos terlihat tidak aktif bergerak. Pergerakan hanya dilakukan Bos saat menghindar dari petugas SOC.

"Dari status dehidrasi, sepertinya agak kurang sehat. Diperkirakan ini cacingan. Sebab, ini berdasarkan kondisi yang nampak yakni mata berair dan perutnya membesar," ungkapnya usai evakuasi orangutan di Desa Kebong, Kecamatan Kelam Permai, Senin (3/4/2017) pagi.

Usai evakuasi, orangutan akan dibawa ke kandang karantina dan isolasi guna proses penyembuhan fisik secara keseluruhan. Kedua proses itu akan dilakukan di Yayasan Kobus.

Baca: Tingkah Orangutan Ini Seolah Tak Ingin Dievakuasi Oleh Petugas BKSDA

"Kita akan lakukan medical check-up untuk proses screening penyakit," ucapnya.

Proses karantina akan dilakukan sekitar tiga bulan. Ini penting sebelum Orangutan dilepasliarkan di Kecamatan Tempunak.

"Karantina dilakukan sekitar 90 hari ke depan. Kami akan lakukan perbaikan kondisi kesehatan terlebih dahulu," pungkasnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved