Sejumlah Wilayah di Mempawah Rawan Aktifitas Ilegal
Selain dukungan TNI terhadap jajaran Polri dalam dukungan menciptakan kondisi yang aman dan kondusif diwilayah Mempawah ini, kemudian dikatakanya...
Penulis: Dhita Mutiasari | Editor: Mirna Tribun
Laporan Wartawati Tribun Pontianak, Dhita Mutiasari
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, MEMPAWAH - Terkait pelaksanaan operasi kepolisian khusus penegakan hukum terhadap kegiatan pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) yang dilakukan oleh aparat gabungan Polres Mempawah bersama Kodim 1201/Mph, Satpol PP Kabupaten Mempawah, dan Dinas Perhubungan dan Lingkungan Hidup Kabupaten di kecamatan Toho, Dandim 1201/Mph Letkol Inf Win Nindar mengatakan pihaknya akan selalu bersinergi dengan aparat dari Polri dan pemda dalam menanggulangi maraknya aktifitas Peti diwilayah Kabupaten Mempawah.
Baca: Video Operasi Gabungan Operasi PETI di Toho
"Intinya kita memback up kegiatan Polri kaitan dengan aktifitas kegiatan PETI, dimana ini sudah jelas kita melihat bahwa efek lingkungannya sangat tinggi, lingkungan rusak tidak bisa diolah lagi, jadi kita dukung itu,"ujarnya.
Selain dukungan TNI terhadap jajaran Polri dalam dukungan menciptakan kondisi yang aman dan kondusif diwilayah Mempawah ini, kemudian dikatakanya upaya sinergisitas, sambil berjalan akan rutin dilakukan imbauan kepada masyarakat untuk tidak melakukan aktifitas Peti kembali.
"Kegiatan aktifitas Peti ini harapannya tidak lagi dilaksanakan oleh masyarakat,"ujarnya.
Hal ini dikarenakan selain merusak lingkungan kemudian efek dan manfaat yang baik masyarakat tidak signifikan.
"Sehingga pemanfaatan lahan yang seharusnya bagus untuk perkebunan atau pun itu mendukung merusak lingkungan selain dukungan pemerintah,"ujarnya.
Ia mengatakan saat ini sejumlah wilayah di Kabupaten Mempawah yang rawan aktifitas ilegal ini adalah Kecamatan Toho, Sadaniang, dan beberapa wilayah lainnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/peti_20170402_134738.jpg)