Mes Ketapang Kebakaran

Korban Kebakaran Asrama Putri Ketapang Sudah Terima Bantuan

Ada 27 penghuni Asrama Putri yang kehilangan tempat tinggal dan pakaian. Bahkan ada yang tersisa sehelai sepinggang.

Penulis: Subandi | Editor: Rizky Zulham
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/SUBANDI
Para alumni penghuni Asrama Putra dan Asrama Putri Ketapang menyelenggarakan pertemuan di Ketapang, Selasa (28/3/2017). Mereka membahas tentang kebakaran Asrama Putri dan wacana pembangunan kedepannya. 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Subandi

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KETAPANG – Terkait kebakaran Kantor Penghubung Ketapang dan Asrama Junjung Buih (Asrama Putri) Ketapang terbakar, Jumat (24/3/2017) malam. Bupati Ketapang, Martin Rantan mengaku sudah meninjau langsung ke lokasi kejadian.

“Apinya mulainya dari Asrama Putri itu. Terus ada 27 penghuni Asrama Putri yang kehilangan tempat tinggal dan pakaian. Bahkan ada yang tersisa sehelai sepinggang,” kata Bupati kepada awak media melalui telepon, Selasa (28/3/2017).

Menurutnya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ketapang melalui Hubungan Daerah (Hubda) Ketapang. Serta Ketapang Serantai dan beberapa pihak lain telah mengevakuasi. Serta memindahkan korban ke Asrama Putra (Asrama Kayong-red) Ketapang.

“Jadi 27 anak-anak yang terkena musibah itu sudah diberikan bantuan,” ungkapnya.

Baca: DPRD: Kembalikan Statusnya Jadi Asrama Putri Lagi

Ia mengungkapkan langkap Pemda Ketapang sementara ini memang baru sebatas supaya korban mendapatkan penginapan dan bantuan tersebut. Sedangkan terhadap pembangunan pihaknya belum menentukan langkahnya.

“Jadi langkah apakah mau dibangun kembali atau belum saya belum bisa memberikan statement. Karena masih harus melihat beberapa kondisi termasuk penganggaran,” jelasnya.

Terkait informasi di lokasi kebakaran tersebut akan dibangun hotel. Ia menegaskan hal tersebut hanya baru wacana. Kalau pun hal tersebut jadi ditegaskanya tentu dalam rangka Pemkab Ketapang meningkatkaan penghasilan daerah (PAD).

“Itu baru wacana, wacanakan bermacam-macam bisa ini, bisa itu. Kalau pun itu jadi tentu dalam rangka Pemkab Ketapang meningkatkaan PAD. Tapi itu baru wacana dan kita belum memutuskan mana yang paling baik,” tuturnya.

“Jadi sekiranya diambil langkah-langkah strategis pun itu untuk kepentingan Pemerintah dan untuk kemajuan daerah Ketapang. Kita juga tentu harus berpihak kepada kepentingan orang banyak, bukan kepentingan seseorang atau golongan,” ujarnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved