Kerajaan Ambawang Terbentuk Setelah Perang Saudara Kerajaan Kubu Pecah
Kerta Moelia tidak seberapa terkenal. Sebab asal muasalnya memang kerjaan Kerta Moelia ini memang dari istana Kubu
Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Madrosid
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KUBU RAYA - Cucu Raja Kubu ke enam Sy Syahril Bin Sy Usman Bin Sy. Abbas Bin Hasan Bin Abdurrahman Bin Idrus, mengisahkan asal usul kerjaan Kerta Moelia di Teluk Pakedai berasal dari kerjaan Kubu. Saat Abdurrahman Bin Idrus menjadi raja pertama kala itu.
Menurut Syahril, pihak Belanda selalu turut campur dalam urusan kerajaan sehingga membuat suasana istana Kubu tidak kondosif.
Untuk meredam itulah, para penggawa kerjaan mulai memecahkan diri menjadi Raja Kerta Moelia dan Kerjaan Ambawang.
Dijelaskan Syahril, munculnya kerjaan Ambawang kala itu juga gara-gara Belanda campur tangan. Setelah memberhentikan raja Kubu lalu membawa raja dari Banten untuk menggantikannya. Sehingga terjadilah peperangan saudara di kerjaan.
“Untuk meredam terjadi peperangan itu tidak berkelanjutan, akhirnya pecah lagi ke wilayah Ambawang menjadi kerjaan Ambawang. Semuanya merupakan kerabat kerjaan yang sudah diobok-obok oleh belanda, agar kerjaan ini tidak bisa mengumpulkan kekuatannya. Memakai tipus muslihat dipecah belah,” ungkapnya.
Ungkapan serupa juga disampaikan rarga Teluk Pakedai, Amran keberadaan kerajaan di wilayahnya memang masih kental di masyarakat. Kerajaan Kerta Moelia dikenal sebagai kerajaan Kubu. Bahkan masyarakat ada yang tidak tahu jika ditanya kerjaan Kerta Moelia.
“Kalau kita mengenalnya kerajaan Kubu. Kerta Moelia kita tidak seberapa terkenal. Sebab asal muasalnya memang kerjaan Kerta Moelia ini memang dari istana Kubu,” ungkapnya.
Untuk kebudayaannya sendiri, di masyarakat masih terus berlanjut. Terutama untuk kalangan kerabat kerjaan yang masih ada hingga saat ini. Untuk acara haul saja masih tetap dilaskanakan. Bupati Kubu Raya Rusman Ali didaulat dalam sejarah kerjaan menjadi bupati pertama yang menghadiri haul raja.
“Kita cukup bangga dengan kehadiran bupati dalam acara haul kemarin. Katanya beliau hadir, artinya sebagi bupati sangat memperhatikan kebudayaan dan kekayaan budaya di wilayahnya,” pungkas Amran.
--
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/sy-syahril_20170328_175144.jpg)