PLBN Aruk Belum Bisa Keluarkan Izin Perlintasan Kendaraan

Masih belum bisa dikeluarkannya perizinan untuk perlintasan kendaraan seperti di PLBN Entikong.

Penulis: Zulfikri | Editor: Rizky Zulham
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/RAYMOND KARSUWADI
PLBN Aruk Sajingan besar, Rabu (18/1/2017). 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SAMBAS - Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Aruk, Sajingan Besar Kabupaten Sambas belum lama ini telah diresmikan secara langsung pengoprasiannya oleh Presiden RI Joko Widodo.

Namun, dengan dibuka secara resmi PLBN Aruk Sajingan Besar tersebut. Masih menyisakan satu hambatan, yaitu masih belum bisa dikeluarkannya perizinan untuk perlintasan kendaraan seperti di PLBN Entikong.

Bupati Sambas, Atbah Romin Suhaili mengatakan kendati PLBN Aruk tersebut telah dibuka. Namun, masih ada hal yang perlu diselesaikan oleh pemerintah pusat diantaranya perizinian lintas kendaraan yang harus disepakati oleh kedua negara.

"Yang mesti juga diselesaikan oleh pemerintah pusat adalah belum terbukanya road tax atau akses perlintasan kendaraan, yang kita ketahui peresiden lewat mentri luar negri telah menghubungi malaysia untuk membuka akses tersebut, mudah-mudahan bisa segera terealisasi,"ujarnya, Senin (27/3/2017).

Baca: Presiden Resmikan PLBN Badau dan Aruk, PLN 100% Siap Pasok Listrik

Lanjutnya, dari pembahasan kemarin bersama Presiden RI Joko Widodo, Atbah mengatakan bahwa dirinya sudah menyampaikan hal ini. Supaya dibuka kembali arus kendaraan dari dua negara seperti di PLBN Entikong.

"Saya sudah langasung membicarakan ini, bahwa arus kendaraan belum bisa karena dua institusi belum hadir yaitu perhubungan dan asuransi. Saya dan pak gubernur siap menerima arahan pak presiden, untuk membuka jalur kendaraan itu," ujarnya.

Pembangunan kawasan perbatasan kata Atbah menjadi bagian dari program nawacita Presiden RI, Joko Widodo. Diantaranya melalui pembangunan jalan Nasional dari Sambas menuju Aruk disusul nantinya jalan strategis nasional dari Tebas, Kecamatan Tebas menuju Merbau, Kecamatan Paloh.

"Termasuk di Kecamatan Paloh juga akan kita genjot infrastruktur disana untuk akses pariwisata. Kita harap dengan terbukanya akses kepada presiden secara langsung, maka kita akan lebih leluasa serta pembangunan di Sambas akan cepat terealisasikan," katanya.

Untuk akses jalan nasional yang menghubungkan Sambas ke Aruk, Sajingan Besar akhir tahun ini jalan tersebut selesai pengerjaannya.

"Setelah PLBN Aruk Sambas, jadi pekerjaan baru kita yakni peresmian jalan perbatasan pada akhir 2017. Ini akan memajukan perbatasan terutama di sajingan besar," kata Atbah.

Sedangkan untuk pembangunan jalan strategis nasional menuju Merbau, Kecamatan Paloh. Atbah mengatakan bahwa pemkab terus mendorong pemerintah pusat untul secepatnya dapat terealisasi pembangunannya.

"Saya selalu ekspos ini di Kementrian PU, badan percepatan infrastruktur jalan nasional, tebas ke merbau, ini sudah dimulai dan ini sebenarnya proyek nasional kita terus mendorong ini agar cepat terealisasi," ujarnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved