Ketua Panitia: Ogoh-ogoh Merupakan Ekspresi dan Gambaran pada Anak-anak

Jadi tergantung diri manusianya yang memilih atau memilah mana yang baik mana yang buruk

Ketua Panitia: Ogoh-ogoh Merupakan Ekspresi dan Gambaran pada Anak-anak
TRIBUN PONTIANAK / NICKO ARDINATA
┬áKetua panitia, Kolonel Ketut Sumerta saat berada di samping patung ogoh-ogoh di Pura Giripati Mulawarman Pontianak Jalan Adisucipto, Senin (27/3/2017) 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Nicko Ardinata

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, Pontianak - Ketua panitia, Kolonel Ketut Sumerta mengatakan ogoh-ogoh yang diarak dari Pura Giripati Mulawarman Pontianak Jalan Adisucipto menuju Jalan Sungai Raya Dalam, Senin (27/3/2017) sekitar pukul 15.00 WIB hingga 16.00 melambangkan sifat-sifat buruk yang harus diperkenalkan.

"Sifat itu kan ada berbagai macam, sifat buruk dan sifat baik. Nah ini sifat buruknya, dalam bahasa Bali disebut dengan bute kala," ujarnya, Senin (27/3/2017)

"Sifat buruk kan relatif pada diri manusia dan sifat buruk dekat sekali dengan sifat baik. Jadi tergantung diri manusianya yang memilih atau memilah mana yang baik mana yang buruk," jelasnya.

Ia juga mengatakan ogoh-ogoh merupakan suatu gambaran kepada anak-anak dan mengantarkan kepada anak-anak agar memahami wujud dari sifat buruk seperti ini.

"Arak-arakan ogoh-ogoh ini dilakukan di seluruh Indonesia ditanggal yang sama tanggal 27 Maret 2017," ujarnya.

"Ogoh-ogoh bisa sedikit bisa juga banyak tergantung kemampuan kita yang membuatnya karena Ogoh-ogoh ini merupakan suatu ekspresi saja," tandasnya.

Penulis: nicko ardinata
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved