Breaking News:

Isteri Tersangka Pemilik 39 Pohon Ganja ini Meninggal Dunia

Ditemui di rumah duka, Kakak kandung Fidelis, Yohana menyampaikan, tepat pada 32 hari setelah di rawat di RSUD Sanggau, Yeni meninggal dunia.

Penulis: Hendri Chornelius | Editor: Mirna Tribun
Isteri Tersangka Pemilik 39 Pohon Ganja ini Meninggal Dunia
TRIBUNFILE/IST
Fidelis saat menjenguk isterinya Yeni ditemani pihak Kepolisian dan BNNK Sanggau sebelum menghembuskan nafasnya di RSUD Mth Djaman, Sabtu (25/3).

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Hendri Chornelius

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SANGGAU - Yeni Riawati isteri Fidelis Arie Sudewarto yang juga tersangka ada kepemilikan 39 pohon ganja meninggal dunia di RSUD MTh Jaman, Sanggau, Sabtu (25/3/2017).

Ditemui di rumah duka, Kakak kandung Fidelis, Yohana menyampaikan, tepat pada 32 hari setelah di rawat di RSUD Sanggau, Yeni meninggal dunia.

Baca: Bawa 39 Pohon Ganja, Oknum PNS Sanggau Ditangkap

“Yeni ini menderita penyakit yang langka, selama di RSUD Sanggau anak-anaknya tinggal bersama neneknya, karena suaminya juga masih ditahan, ” katanya ditemui di Rumah duka, Minggu (26/3).

Diduga kuat, penyebab semakin parahnya penyakit Yeni, karena sudah lama tidak mendapatkan pengobatan dari sang suami yang kini terpaksa mendekam di jeruji besi pasca ditangkap BNNK.

Yohana menambahkan, semenjak Fidelis ditahan atau 32 hari yang lalu, istri yang sangat dicintainya itu sudah tidak mendapatkan pengobatan.

Sebelumnya, Yohana mengaku berbagai cara sudah ditempuh Adiknya untuk mengobati sang Istri, dari rumah sakit swasta terkenal, rumah sakit pemerintah, terapi hingga menemui dukun.

Namun, tidak kunjung membuahkan hasil.

Yohana mengatakan, hasil pemeriksaan dokter, Yeni yang sudah hampir lumpuh total didiagnosa mengidap Syringomyelia, jenis penyakit langka yang ada di Indonesia dan pertama kasusnya ditemukan di Semarang.

Dikatakanya, menurut Dokter, rasio kesembuhannya sangat kecil, 1 banding 10. Oleh karena itu, dokter sangat tidak menyarankan operasi, mengingat resikonya sangat tinggi.

“Kami awalnya ingin bawa ke Jawa untuk berobat ke rumah sakit yang paling bagus, tapi mengingat dokter melarang naik pesawat karena tidak baik bagi jantungnya, akhirnya pihak keluarga terpaksa mengurungkan niat berobat ke Jawa, dan terpaksa menjalani pengobatan di rumah,” ujarnya.

Setelah berbagai cara ditempuh untuk mengobati istrinya dan tidak membuahkan hasil, lanjutnya, adiknya mencoba browsing di internet mencari tahu terkait penyakit

Syringomyelia, hasil browsing itu diluar negeri, obat yang manjur adalah ekstrak ganja.

Maka dicobalah menggunakan ekstrak ganja.

“Setelah mencoba ternyata memang ada nampak kesembuhannya, dari mulanya berhari-hari tidak mau tidur, begitu meminum ekstrak ganja ini sudah nyenyak tidurnya, dulunya tidak mau makan, teryata nafsu makannya sudah mulai membaik, sebelumnya makan dia tidak mau, buang ari tidak lancar, sekarang sudah mau bicara, buang ari pun lancar, ” kenangnya.

“Begitu juga luka dibagian tubuhnya sudah mulai kering. Dulunya tidak mau dibesuk, sekarang sudah mau bicara dengan orang. Niat adik saya, mulanya mau menyembuhkan fisiknya, setelah fisiknya sembuh baru berani menjalani operasi,” tambahnya.

Atasnama keluarga, Yohana berharap ada pertimbangan hukum dari aparat penegak hukum, baik itu BNNK, Jaksa dan Hakim.

“Karena kasus ini menurut saya berbeda dari kasus narkoba lainnya. Tujuannya memang untuk pengobatan. Di negara lain seperti Swiss, Kanada dan terakhir Israel, sudah mendekriminalisasi ganja sebagai obat atau Medical Meriguana. Jadi obat dari ganja ini sudah legal di negara-negara itu, kalau tidak percaya silakan browsing di internet,” harapnya.

Selain itu, lanjutnya, semoga pemerintah indonesia bisa meninjau ulang UU narkotika karena di beberapa negara maju ganja justeru dijadikan obat legal bukannya dilarang.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved