Dishub Landak: Belum Ada Trayek Untuk Angkutan Pedesaan

Sehingga untuk angkutan yang pedesaan, pihaknya dari Pemerintah Daerah belum ada program ke arah situ.

Tayang:
Penulis: Alfon Pardosi | Editor: Rizky Zulham
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ALFON PARDOSI
Kepala Dinas Perhubungan Landak, Ependi 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Alfon Pardosi

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, LANDAK - Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Landak, Ependi mengatakan, terkait dengan angkutan pedasaan dan pedalaman di Landak yang khusus dari Ngabang-Darit-Bengkayang belum ada trayeknya dan Angkutan Kota Dalam Provinsi (AKDP) yang punya.

"Kalau yang untuk pedesaan itu yang memang saat ini belum ada, umpamanya seperti dari Sidas ke Darit atau dari Darit ke Meranti itu memang tidak ada. Kalau untuk ke Serimbu itu AKDP, dan itu ada. Pernah ada trayek Pontianak-Ngabang-Serimbu," ujar Ependi pada Kamis (23/3/2017).

Sehingga untuk angkutan yang pedesaan, pihaknya dari Pemerintah Daerah belum ada program ke arah situ.

"Karena kalau kita lihat dari penumpang juga, tidak ada penumpang yang numpuk di terminal kita. Terutama untuk ke wilayah Kuala Behe atau Serimbu dan sebagainya," terangnya.

Baca: Pemkab Landak Alokasi APBD Rp 2 Miliar Untuk Progam PKK

Karena menurut Ependi, dari tahun ke tahun masyarakat sudah semakin banyak yang mempunyai kendaraan pribadi baik roda dua mau pun roda empat untuk transportasi. "Masyarakat sekarang lebih sering dan lebih suka menggunakan kendaraan pribadi," ungkapnya.

Sedangkan untuk program dari Dishub sendiri pada tahun 2017, khusus untuk menanggani transportasi belum ada program khusus. "Karena kita memang dari segi biaya tidak terlalu didukung, jadi program kita biasa saja seperti dari tahun-tahun sebelumnya," beber Epndi.

Sedangkan terkait dengan bis sekolah, dimana yang sebelumnya di serahkan kepada Kecamatan saat ini sudah ditarik semua. "Kenapa kita tarik, karena pemanfaatannya tidak sesuai dengan yang kita harapkan dengan organisasi pengelola itu," jelasnya.

Maka dari itu sementara bis sekolah tersebut diamankan, kemudian menunggu petunjuk teknis bagaimana pengelolaan bis tersebut. "Ada tiga unit yang kita tarik, dan satu unit yang dari Menjalin namun sampai saat ini tidak bisa difungsikan," tutupnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved