Program WVI Berkontribusi Pada Indikator Lima Klaster Hak Anak

Pelayanan Wahana Visi Indonesia di provinsi ini terdiri dari program pendidikan, program kesehatan dan sanitasi, program ekonomi dan program....

TRIBUNPONTIANAK/RIDHOINO KRISTO SEBASTIANUS MELANO
Konferensi Pers Deklarasi komitmen pengembangan kabupaten kota layak anak di Kalbar yang difasilitasi Yayasan Kemanusiaan untuk Kesejahteraan Anak, Wahana Visi Indonesia (WVI) di Hotel Harris, Jalan Gajahmada Pontianak, Rabu (22/3/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Ridhoino Kristo Sebastianus Melano

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - CEO dan Direktur Nasional Wahana Visi Indonesia, Doseba Tua Sinay menuturkan, di Kalimantan Barat Wahana Visi Indonesia hadir di 49 desa di tujuh (7) Kabupaten Kota, yaitu Landak, Kubu Raya, Sintang, Melawi, Sekadau, Sambas dan Bengkayang.

Pelayanan Wahana Visi Indonesia di provinsi ini terdiri dari program pendidikan, program kesehatan dan sanitasi, program ekonomi dan program partisipasi dan perlindungan anak.

”Program-program ini semuanya juga berkontribusi kepada indikator-indikator dari lima (5) klaster hak anak dalam Kabupaten/Kota Layak Anak," ucapnya, Rabu (22/3/2017).

WVI bersama koalisi Gerakan Kesehatan Ibu dan Anak serta Jejaring Air Minum dan Penyehatan Lingkungan juga turut ambil bagian dalam memberikan masukan terhadap pengembangan petunjuk teknis indikator-indikator KLA, khususnya pada klaster 3 Kesehatan Dasar dan Kesejahteraan.

WVI juga ikut mendukung penguatan kelembagaan dalam KLA dengan memfasilitasi wilayah dampinganya untuk siap mengambil komitmen menuju KLA, seperti momen berharga tiga (3) hari ini.

”Segala upaya akan kami lakukan agar anak-anak di Kalimantan Barat bisa mendapatkan hak-hak mereka, termasuk upaya penghapusan kekerasan pada anak, khususnya kekerasan fisik dan seksual yang masih marak terjadi di tanah air kita," ungkapnya.

Langkah ini dilakukan melalui pemberdayaan anak, pendampingan keluarga, penyesuaian norma sosial dan budaya yang ramah anak, penguatan sistem layanan untuk penanganan kasus kekerasan terhadap anak, advokasi kebijakan yang berpihak pada anak, serta penguatan data dan evaluasi.

"Dengan begitu mereka dapat tumbuh dan berkembang menjadi generasi penerus yang berguna bagi negara dan khususnya bagi Provinsi Kalimantan Barat," harapnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved