Waspada! Aksi Jambret Ancam Pengendara di Kapuas Hulu

Waktu itu korban menggunakan sepeda motor, tepat di desa sungai ulu, korban langsung dirampas tasnya oleh pelaku jambret saat diatas sepeda motor

Waspada! Aksi Jambret Ancam Pengendara di Kapuas Hulu
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID / SAHIRUL HAKIM
Kabag Ops Polres Kapuas Hulu Kompol Joko Sarwono. 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Sahirul Hakim

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KAPUAS HULU - Kabag Ops Polres Kapuas Hulu Kompol Joko Sarwono mengimbau seluruh masyarakat Kapuas Hulu untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap pelaku jambret.

Imbauan ini disampaikan terkait maraknya aksi jambret yang terjadi beberapa hari terakhir.

"Kemarin (Selasa), ada dua TKP penjambretan pertama di Kecamatan Mentebah korban atas nama Due Sundari (28) sebagai guru, kejadian sekitar pukul 11.30 WIB. Korban dijambret saat menuju pulang ke putussibau, dalam perjalanan korban langsung di jambret," ujar Joko Sarwono kepada wartawan, di Mapolres Kapuas Hulu, Rabu (22/3/2017).

Baca: Pemda Kapuas Hulu Terus Tangani Wabah Rabies di Dua Kecamatan

Akibat kejadian tersebut jelas Joko, korban mengalami kecelakaan karena ditarik oleh pelaku jambret. Sehingga mengalami luka lecet pada kaki dan mulut serta tanggan.

"Tas korban berhasil dibawa oleh pelaku jambret, dan didalam tas berisi satu unit hp merk Opo dan uang Rp100 ribu," jelasnya.

Kejadian kedua, TKP di Desa Sungai Ulu Putussibau Selatan, atas nama korban Juliana Dina (20) kejadian pukul 15.30. Waktu itu korban menggunakan sepeda motor, tepat di desa sungai ulu, korban langsung dirampas tasnya oleh pelaku jambret saat diatas sepeda motor.

"Katanya kerugian korban sekitar Rp 6 juta," ucapnya.

Atas kejadian itu jelas Joko, Polres Kapuas Hulu telah memerintahkan seluruh anggota reskrim dan anggota shabara untuk mengejar pelaku jambret.

"Kita menduga pelakunya hanya satu orang. Tapi masih kita selidiki siapa pelaku yang sebenarnya," ujarnya.

Joko menuturkan, korban jambret yang TKP di Mentebah sudah melaporkan secera resmi ke Polsek setempat. Sedangkan korban di Desa Sungau Ulu belum melaporkan ke polisi hanya bersifat pengaduan saja.

"Kita minta masyarakat yang merasa korban jambret dan tindakan kejahatan lainnya, untuk segera melapor ke polisi setempat," ucapnya.

Kabag Ops mengimbau, masyarakat waspada terkait maraknya jambret, masyarakat harus menjadi polisi diri sendiri.

"Kita juga tidak mampu semua mengawasi masyarakat. Karena keterbatasan anggota. Maka masyarakat harus menjadi polisi diri sendiri, untuk menciptakan kamtibmas," ungkapnya.

Penulis: Sahirul Hakim
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved