Bangun GIS Cemara, PLN Yakin Listrik Pontianak Makin Handal

Manajer PLN AP2B Kalbar, Ricky Cahya Andrian, menjelaskan GIS ini bertujuan akan memperkuat sistem pasokan listrik.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/NINA SORAYA
Manajer PLN AP2B Kalbar, Ricky Cahya Andrian, menujukkan kawat konduktor yang rantas di Garduk Induk (GI) Siantan, Rabu (22/3). Akibat layangan yang masuk ke GI Siantan ini terjadi pemadaman pada Selasa (21/3/2017). 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Pemadaman listrik yang terjadi sebetulnya bukan karena daya listrik yang kurang, namun lebih karena ganggung eksternal yang kerap terjadi. Satu di antaranya layangan yang sering tersangkut di jaringan instalasi listrik.

PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) mulai membangun gardu induk dengan teknologi gas (gas insulated substasion/GIS) berkapasitas 150 kV di Pontianak tepatnya di Jalan Gusti Sulung Lelanang.

Nantinya ini akan lebih dikenal dengan sebutan GIS Cemara.

Manajer PLN AP2B Kalbar, Ricky Cahya Andrian, menjelaskan GIS ini bertujuan akan memperkuat sistem pasokan listrik.

"Dengan adanya GIS Cemara ini sistem kelistrikan kita semakin handal," katanya, Rabu (22/3/2017).

GIS Cemara ini ditargetkan bisa beroperasi pada 2019. "Hanya, saat ini kita sedang mengajukan izin pembangunan jaringan kabel bawah tanahnya, " ujarnya.

Baca: PLN Siap Pasok Listrik Perumahan

Tidak seperti gardu induk lainnya yang seluruh kabel atau jaringan berada di luar, untuk GIS ini akan mengadopsi konsel underground kabel atau kabel yang ditanamkan di bawah tanah.

"Kalau ini sudah jadi, bisa dibilang cukup aman sehingga tidak perlu ada pemadaman," katanya.

GIS Cemara ini nantinya akan dipasang trafo berdaya 3x60 mega volt ampere (MVA) guna mendukung beroperasinya gardu induk.

"Semoga pembangunan ini dapat berlancar dan selesai lebih cepat, sehingga manfaatnya dapat segera dirasakan masyarakat," tambahnya.

Penulis: Nina Soraya
Editor: Rizky Zulham
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved