Daniel Johan Minta Pelaku Narkoba di Tembak Mati
Sama juga mereka meremehkan kepolisian serta penegak hukumnya, karena kejadiannya berulang terus. Maka saya minta pelaku ditembak mati saja.
Penulis: Sahirul Hakim | Editor: Rizky Zulham
Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Sahirul Hakim
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KAPUAS HULU - Menanggapi narkoba 11 kilogram yang berhasil diungkap oleh BNN Kalbar, Anggota DPR RI Fraksi Partai PKB, Daniel Johan mengapresiasi kinerja dari BNN Kalbar telah mengungkap kasus narkoba di Kalbar.
"Kita minta pelakunya ditembak mati, karena mereka sudah keseringan melakukan penyeludukan narkoba di Kalbar lewat perbatasan, dan mereka tidak pernah kapok," ujarnya kepada Tribunpontianak.co.id, Selasa (21/3/2017).
Menurut anggota DPR RI dapl Kalbar itu, para pelaku pembisnis barang haram tersebut telah melecehkan pemerintah Indonesia, dan tidak dianggap.
"Sama juga mereka meremehkan kepolisian serta penegak hukumnya, karena kejadiannya berulang terus. Maka saya minta pelaku ditembak mati saja," ucapnya.
Saat ini tiga PLBN di perbatasan wilayah Kalbar sudah diresmikan oleh Presiden RI Joko Widodo, yaitu PLBN Terpadu Badau (Kapuas Hulu), Entikong (Sanggau), dan Aruk (Sambas).
Baca: Tersangka Kasus Penyelundupan 11 Kg Sabu yang Tewas Tertembak Ternyata Residivis
"Kita harap pengawasan diwilayah PLBN harus semakin ketat dan selektif dalam memeriksa semua keluar masuk barang dan orang," ungkapnya.
Apresiasi juga diungkapkan oleh Anggota DPR RI Dapl Kalbar dari Fraksi NasDem, Sy Abdullah Alkadrie kepada BNNK Provinsi Kalbar. "Kita minta jalan tikus yang ada di perbatasan harus ditutup atau dibangunkan pos-pos penjagaan, sehingga keluar masuk barang dan orang dari jalan tak resmi bisa terkontrol," ucapnya.
Masalah narkoba kata Sy Dul, memang sudah menjadi masalah besar bagi pemerintah dan masyarakat. Karena sudah merambah ke desa-desa. Maka dari itu harus diperangi bersama-sama baik aparat hukum, pemerintah, dan masyarakat.
"Begitu juga dengan PLBN yang sudah diresmikan oleh Presiden RI Joko Widodo, harus lebih perketat lagi pengawasan keluar masuk barang dan orang di PLBN tersebut. Jangan diberikan peluang atau pergerakan bagi pelaku pengedar narkoba, untuk masuk ke Kalbar lewat perbatasan," ungkapnya.
Wakil Ketua DPRD Provinsi Kalbar Ermin Elviani menyatakan, pengungkapan narkoba di Kalbar lewat perbatasan sering dilakukan oleh aparat hukum. Namun mengapa pelaku usaha barang haram tersebut tidak pernah jerak atau kapok.
"Saya minta pelaku yang sudah ketangkap diberika hukuman yang setimpal, karena telah berani kembali membawa narkoba ke wilayah Indonesia. Kalau samapi itu lolos, menjadi ancaman besar bagi negara kita," ucapnya.
Selain itu politisi partai Demokrat ini mengapresiasi BNNK Provinsi Kalbar, telah mengagalkan atau mengungkap narkoba yang merupakan pembunuh manusia itu dan menghancurkan negara. "Marilah kita sama-sama memerangi narkoba," ungkapnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/anggota-dpr-ri-daniel-johan_20170313_132758.jpg)