Citizen Reporter

Presiden Jokowi Resmikan PLTU Ketapang Melalui Video Conference

Dari daftar tunggu masih memerlukan sebesar 9 MW. Artinya kebutuhan listrik masyarakat ketapang masih belum bisa terpenuhi

ISTIMEWA
Bupati Ketapang, Martin Rantan menggunting pita dipintu masuk PLTU Suabangun usai deresmikan Presiden Jokowi, Sabtu (18/3). 

Sekaligus membuka perisolasian daerah. Hal demikian dapat berakibat meningkatnya kegiatan perekonomian khusunya investasi, pendidikan, kesehatan, industri, pariwisata dan lain lain. Sehingga dapat berkembang dan lancar dengan adanya pasokan listrik yang handal dan berkesinambungan.

Bupati berharap dengan beroperasinya PLTU ini maka Ketapang dapat lebih baik dan lebih maju. Khususnya tidak ada lagi listrik yang kadang-kadang padamnya lama dan memberikan dampak terjadinya alat elektronik masyarakat rusak.

Selain itu, Pemerintah Ketapang melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Ketapang juga sudah mempersiapkan arahan lahan jalur- jalur yang nantinya akan dilalui Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET).

“Atas nama Pemda dan rakyat Ketapang saya mengucapkan terima kasih karena sudah membangun PLTU. Semoga ketapang semakin maju dan masyarakat menjadi sejahtera,” pungkasnya

Sementara itu prosesi peresmian secara langsung oleh Presiden berpusat di lokasi PLTG MPP Parit Baru 4×25 MW di Kabupaten Mempawah. Peresmian di Ketapang melalui Video Conference bersamaan dengan di tujuh titik lainnya juga melalui video Conference.

Dalam sambutannya Joko Widodo mengatakan pertumbuhan ekonomi di Kalimantan Barat lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi Nasional. Untuk itu kebutuhan listrik merupakan infrastruktur dasar bagi investor dalam membangun daerah.

“Kebutuhan listrik merupakan salah satu modal dasar dalam mendorong perekonomian, khusunya Kalbar,” kata Jokowi.

Presiden Jokowi juga memerintahkan kepada menteri SDM agar Gas untuk pembangkit listrik diberikan prioritas agar tidak terjadi esensi. “Dengan mengucap Bismillahirrahmanirrahim, 8 PLTG Mobile Power Plant (MPP) dengan total kapasitas 500 MW, saya resmikan,” kata Presiden.

Selanjutnya, acara peresmian ditandai dengan menekan tombol serine oleh Jokowi yang didampingi Menteri ESDM dan Gubernur Kalbar. Sebelumnya, Jokowi telah meresmikan sinkronisasi pertama kali satu unit PLTU Ketapang ke sistem 20 kilo Volt (kV) pada Juni 2016 yang berhasil menyalurkan daya ke jaringan 20 kV Sistem Ketapang melalui Gardu Hubung Sukaharja. PLN juga telah menunjuk anak perusahaan yakni PT Pembangkit Jawa Bali (PJB) sebagai pelaksana operasi PLTU Ketapang.

Hadir dalam acara ini Suprapto Wakil Bupati, Budi Mateus Ketua DPRD, Maslikan Ketua Pengadilan Negeri, Letkol ( Inf ) Riko Haryanto Dandim 1203, Kompol Reza Simanjuntak Waka Polres. Serta jajaran Forkopimda, tokoh agama, tokoh masyarakat dan para undangan lainnya yang ada di Ketapang. 

Penulis: Subandi
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved