Penganiayaan di Mempawah

BREAKING NEWS: RU Disulut Api Racun Nyamuk Oleh Ibu Tiri

Tak sampai disitu saja, ia mengaku kerap disulut besi panas dibagian tangannya

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID / DHITA MUTIASARI
Bocah yang diduga disiksa ibu tiri, RU (kiri) saat didampingi ketua serikat PeKKa Mempawah Evi (kanan) dan tetangganya Juli (tengah) saat menunggu antrean berobat di RSUD dr Rubini Mempawah, Kamis (16/3). 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Dhita Mutiasari

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, MEMPAWAH  - Bocah asal Sungai Pinyuh, RU (11)  diduga menjadi korban penganiayaan ibu tirinya. Sontak kasus dugaan penganiayaan itu membuat warga setempat heboh. Saat ini tengah ditangani Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Mempawah.

Tak hanya luka dikepala, luka dibagian tubuh lainnya juga diakibatkan terkena mesin air, lantaran didorong sama ibu tirinya saat dia kelaparan dan terbangun di tengah malam. "Mau ngambil nasi, ucu marah," ujarnya.

Tak sampai disitu, tangannya juga menjadi sasaran yang diakuinya dipukul menggunakan palu karena berupaya mengambil jambu dirumahnya. "Kamek turun tengah malam ngambil jambu, jadi ditokoknya,"jelasnya.

Kemudian bagian tubuh lainnya juga sempat disulut dengan racun nyamuk. "Kalau kamek bilang sama nenek, tapi kalau nenek ndak ada, kamek dianukannya (aniaya) lagi," tukasnya.

Baca: Diduga Dianiaya Ibu Tiri, Bocah 11 Tahun Luka di Bagian Kepala

Tak sampai disitu saja, ia mengaku kerap disulut besi panas dibagian tangannya. Hingga terkena kaki meja yang dilemparkan ke arahnya. "Kemudian ucu marah kamek karena mau ambil jambu,"ujarya.

RU sudah tidak sekolah saat duduk di kelas II SD. "Mau naik kelas III, tidak naik, jadi kamek berhenti sorang. Kamek sering tak ngerjekan PR,"ungkapnya.

RU mengaku ia sendiri mengaku tindakan tidak menyenangkan yang dilakukan ibu tirinya diterimanya hampir acap hari. "Pernah diselamkan nenek, asal nenek mau nolong, ucu marah," ujarnya.

Bahkan ia mengaku setiap harinya hanya dikasih nasi kadang dua kali satu hari bahkan hanya satu kali saja dengan lauk seadanya. Sementara jika ada tetangga bersimpati memberinya makanan, ucu dikatakannya akan marah kepadanya.

"Kalau sekali sehari, pernah juga dua kali sehari, itu kalau nenek ngasi, itu pun nenek kalau kasih ayam ikan, ucu marah. Biasa ngasi biasa tadak, kalau biasanya hanya lauk ikan asin,"ujarnya.

Bahkan hingga tidur saja, Ru tidak seperti selayaknya bocah lainnya dikasur empuk, Ru hanya tidur beralas kain tanpa bantal.  "Tidur pakai kain, itu pun nenek kasih,"ujarnya.

Jangankan uang jajan, pernah sekali, ia malah dituduh mencuri uang ibu tirinya hingga babak belur.

"Mau minta uang, selalu dimarah, waktu itu mau beli kue, dituduh curi uang 200 ribu, tapi hanya ambil 10 ribu itupun dibalikkan,"jelasnya.

Penulis: Dhita Mutiasari
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved