Listrik di Lima Wilayah Kota Pontianak Padam, Ternyata ini Penyebabnya

Dibutuhkan waktu sekitar tiga puluh menit untuk membersihkan jaringan serta penormalan aliran listrik. Namun padam listrik secara mendadak tentunya...

TRIBUNFILE/IST

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Kawat layang-layang kembali hantam jaringan listrik di Jalan Purnama tepatnya di Komplek Perumahan Purnama Agung 3 Kotabaru, Pontianak, Selasa (14/3/2017).

Tak ayal, peristiwa ledakan pada jaringan distribusi yang terjadi pada pukul 16.30 WIB tersebut mengakibatkan padam listrik di daerah jalan Sumatera, Johan Idrus, Karya Baru, MT. Haryono, Sutoyo, dan Purnama.

Menurut Manajer Rayon Kota, Harsian, di jalan Purnama masih banyak terlihat pemain layang-layang terutama yang bertali kawat.

"Kita sangat menyayangkan masih banyak warga masyarakat yang gemar bermain layang-layang didekat jaringan listrik. Jalan Purnama termasuk daerah yang padat penduduknya, jaringan listrik yang melewati jalur tersebut pun cukup panjang, makanya gangguan yang terjadi pada jaringan listrik disatu titik tentunya berdampak padam dalam skala yang lumayan besar", jelas Harsian.

Dijelaskannya pula, upaya perbaikan segera dilakukan oleh petugas PLN dengan cara membersihkan kawat layang-layang yang menyangkut pada jaringan listrik, serta menormalkan kembali aliran listrik yang sempat terputus.

"Dibutuhkan waktu sekitar tiga puluh menit untuk membersihkan jaringan serta penormalan aliran listrik. Namun padam listrik secara mendadak tentunya membuat masyarakat menjadi kesal", ungkap Harsian.

Sementara itu menurut Ati (36), warga Komplek Purnama Agung 3, suara ledakan yang disertai percikan api sempat membuat panik warga.

"Kita sempat kaget ketika mendengar suara ledakan di jaringan listrik yang mengakibatkan listrik padam secara mendadak. Salah seorang warga sempat menelpon PLN, tak berapa lama petugas PLN pun datang untuk memperbaikinya", ujar Ati.

Dikatakannya pula setiap sore banyak warga yang bermain layang-layang disekitar komplek perumahan tersebut. Meski diakuinya bahwa terkadang yang bermain layang-layang bukan berasal dari warga sekitar.

"Kami kesal sekali melihat masih banyak orang yang bermain layang-layang disekitar pemukiman warga, padahal mereka sebenarnya paham bahwa perbuatan mereka sangat mengganggu dan merugikan warga yang lainnya. Kalau saya perhatikan yang bermain layang-layang kadang-kadang bukan warga sekitar sini. Kami berharap ada upaya dari instansi terkait untuk mentertibkan permainan layang-layang sebab keberadaannya sudah sangat memperihatinkan. Selain menyebabkan padam listrik juga mengancam keselamatan warga disekitarnya", ungkap Ati kesal.

Editor: Mirna Tribun
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved