Lirik Bisnis Sayur Hidroponik, Hasil Panen Hingga 300 Kg
Baru-baru ini, Taufik panen perdana sayur hidroponik di Jalan KS Tubun, Gang Flamboyan nomor 28, Hasil panen sayuran Taufik mencapai 300 Kg.
Penulis: Tri Pandito Wibowo | Editor: Mirna Tribun
Laporan Wartawati Tribun Pontianak, Maskartini
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Penggiat hidroponik di Kota Pontianak semakin menjamur.
Salah satu petani hidroponik, Taufik Sabani kini merasakan manisnya hasil tanaman hidroponik.
Baru-baru ini, Taufik panen perdana sayur hidroponik di Jalan KS Tubun, Gang Flamboyan nomor 28, Hasil panen sayuran Taufik mencapai 300 Kg.
Pilihan Taufik menjadi petani modern dengan teknik hidroponik berbuah manis.
Untuk berbagi ilmu, bahkan kata Taufik para penggiat hidroponik biasanya berkumpul meskipun belum secara resmi membentuk komunitas.
Namun bersama penghobi lain, ia mengatakan bisa berbagi ilmu.
"Ini merupakan panen perdana, hasil semua sayuran ini bisa menghasilkan sekitar 300 kilo gram. Awal mula ketertarikan saya karena melihat keluarga yang sudah sukses menanam sayuran hidroponik. Selain itu ketertarikan saya karena dengan teknik ini higenis tak ada hama,"ujar Taufik ketika menjelaskan kepada tribun.
Bercocok tanam dengan metode hidroponik merupakan hal yang baru kata Taufik.
Namun bagi sebagian masyarakat terutama luar Kalbar ia mengatakan motode ini sudah sangat populer.
Menariknya sebagai petani modern metode ini menawarkan kemudahan karena tidak melakukan aktivitas bertani secara manual.
"Menanamnya tidak seperti petani konvensial sehingga lebih mudah. Kelebihannya dengan hidroponik, kita bisa diterapkan meskipun lahan yang akan digunakan sempit. Saat ini untuk pemasaran saya sudah mendapatkan suplayernya diantaranya carefour, King Mart, dan Hypermart,"ujar Taufik.
Lantaran biaya produksinya cenderunv mahal, Taufik mengaku marketnya merupakan menengah ke atas.
Untuk harga sawi manis dan sawi kriting dan kangkung yang ia hasilkan dari kebunnya berkisar Rp 20 ribu, sedangkan sawi pak coy harganya berkisar Rp 22 ribu.
"Harganya lebih mahal karena biaya yang dikeluarkan pun cukup besar. Tetapi sayur saya terjamin, bersih tanpa hama tapi organik tanpa pestisida. Makanya untuk menghindari hama di buat jaring-jaring dan rumah yang memakan bisa tidak sedikit. Karena tidak menggunakan media tanah jadi jarang ada hama,"ujarnya. (bersambung)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/taufik-sabani-saat-memperlihatkan_20170312_103247.jpg)