IHSG Diperkirakan Masih Tertekan

Indeks sektor infrastruktur menjadi penyeimbang, sedangkan indeks sektor aneka industri dan pertambangan menjadi penekan IHSG.

IHSG Diperkirakan Masih Tertekan
Thinkstock
Ilustrasi pasar modal 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan Masih rentan pergerakan bervariasi dengan tekanan di akhir pekan kedua bulan ini, Jumat (10/3/2017).

Analis dari Reliance Securities Lanjar Nafi mengatakan, indeks diperkirakan akan bergerak dalam rentang 5.350-5.420.

"Saham-saham yang masih dapat dicermati diantaranya ACES, AKRA, ANTM, BBTN, BDMN, BSDE, dan EXCL," kata Lanjar melalui keterangan tertulis, Jumat.

Pada perdagangan Kamis (9/3/2017) IHSG ditutup di level 5.402,37 atau naik 8,62 poin (0,16 persen) dibandingkan penutupan sebelumnya.

Indeks sektor infrastruktur menjadi penyeimbang, sedangkan indeks sektor aneka industri dan pertambangan menjadi penekan IHSG.

Harga emas yang turun untuk hari keempat diikuti bijih besi pada bursa komoditas menunjukkan penutupan terendah dalam satu bulan terakhir.

"Namun, mulainya optimis investor asing yang melakukan aksi beli sejak tiga hari lalu menjadi faktor pendorong IHSG ditutup menguat," kata Lanjar.

Investor asing tercatat kembali melakukan aksi beli sebesar Rp 156,61 miliar.

Bursa Asia dan Eropa

Bursa Asia ditutup bervariasi dengan indeks saham Jepang naik bergantian dengan turunnya indeks saham di China.

Pelemahan Yen menjadi trigger penguatan indeks saham di Jepang, sedangkan spekulasi mengenai stimulus di China yang lambat akan membebani pertumbuhan ekonomi menjadi salah satu alasan investor melakukan profit taking dengan penurunan terbesar dalam sebulan.

Bursa Eropa dibuka kembali sedikit berubah. Naiknya Greenback seiring imbal hasil obligasi di Amerika Serikat paska laporan pekerjaan ADP yang di atas ekspektasi, membuat investor di Eropa waspada.

"Bank Sentral Eropa diperkirakan akan mempertahankan suku pada pertemuan hari ini dan Mario Draghi diperkirakan akan melanjutkan quantitative easing berjalan sampai akhir tahun," ucap Lanjar.

Sentimen selanjutnya, di akhir pekan ini akan ramai dengan beberapa data tingkat pekerja dan tingkat kemampuan konsumen di Amerika Serikat.

Editor: Mirna Tribun
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved