Breaking News:

Saatnya Pikat Wisman Arab

Ke depan, wisman khususnya dari kawasan Timur Tengah pun diyakini akan terus bertambah setelah momen ini.

Penulis: Ahmad Suroso | Editor: Jamadin
Raja Salman 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - EUFORIA menyambut kedatangan Raja Salman bin Abdul Aziz Al-Saud ke Indonesia masih terus berlangsung. Pada kunjungan yang bersejarah ini, orang nomor satu di Arab Saudi itu tidak hanya akan menandatangani sejumlah kesepakatan dengan Pemerintah Indonesia dalam berbagai bidang.

Sang raja bersama rombongan besarnya juga dijadwalkan mengunjungi sejumlah tempat wisata di Bali pada 4-9 Maret mendatang. Tentunya hal ini memberikan angin segar tersendiri bagi sektor pariwisata di tanah air.

Maklum saja, meskipun Indonesia masyhur di dunia dengan keindahan alam dan destinasi wisatanya yang eksotis, namun ternyata tidak banyak wisatawan asing dari timur tengah khususnya Arab Saudi yang datang. Kalaupun ada, umumnya hanya rombongan kecil atau orang per orang, bukan rombongan besar.

Mengutip laporan Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah kunjungan wisatawan mancanegara atau wisman ke Indonesia pada Januari 2017, naik 26,58 persen dibanding jumlah kunjungan wisman Januari 2016 yaitu dari 814,3 ribu kunjungan menjadi 1,03 juta kunjungan.

Dari 1,03 juta kujungan wisman yang datang ke Indonesia selama Januari 2017 itu, didominasi wisman asal China 20,27 persen, Singapura 11,82 persen, Australia 10,21 persen, Malaysia 9,86 persen dan India 3,91 persen. Tren ini kurang lebih sama di setiap tahunnya.

Padahal, meskipun terpisahkan jarak beribu kilometer, masyarakat Indonesia yang mayoritas muslim memiliki hubungan sangat dekat dengan Arab Saudi. Bahkan setiap tahun, ribuan muslim Indonesia pergi ke Arab Saudi untuk menunaikan haji atau menjalankan ibadah umrah. Tahun 2016 saja tercatat sebanyak 168.800 jemaah haji asal Indonesia. Jumlah ini meningkat di 2017 dengan adanya penambahan kuota haji sebesar 10 ribu jemaah, sehingga total kuota jemaah haji di 2017 sebanyak 221.000.

Meskipun tidak bisa disamakan soal motivasi kunjungan ke Arab Saudi bagi masyarakat muslim di Tanah Air dengan kunjungan masyarakat Arab Saudi ke Indonesia untuk berwisata, namun setidaknya dengan kedatangan sang Raja akan membuka peluang di bidang pariwisata.

Kedatangan Raja Salman dan rombongannya yang berjumlah sekitar 1.500 orang ke Bali tentunya membuat pariwisata Indonesia semakin menjadi perhatian dunia. Ke depan, wisman khususnya dari kawasan Timur Tengah pun diyakini akan terus bertambah setelah momen ini.

Namun memang perlu segera disiapkan insfrastruktur yang lebih memadai agar sektor pariwisata bisa mendapatkan manfaat terbaik dari promosi gratis dari kedatangan Raja Salman ini. Salah satunya ketersediaan tenaga guide wisata yang mahir berbahasa Arab.

Maklum saja, selama ini hampir semua lokasi wisata di Tanah Air masih mengandalkan guide yang mahir berbahasa Inggris. Padahal wisman yang datang kini semakin beragam kebangsaannya dan membutuhkan treatment yang lebih personal dari sisi `bahasa ibu' mereka.

Kita di daerah seperti Kalimantan Barat ini pun tentunya berharap, wisata Indonesia yang bisa dijual ke wisman tidak hanya Bali dan Pulau Jawa, tapi juga pariwisata alam seperti Sungai Kapuas, riam dan jeram di Kapuas Hulu, Danau sentarum dan lainnya. Kemudian untuk budaya misalnya Naik Dango dan Gawai Dayak, kemudian Imlek hingga Cap Go Meh, serta Meriam Karbit. Untuk itu, pemerintah daerah pun harus mulai mempersiapkan potensi wisata lokal termasuk infrastruktur pendukungnya, dan menjualnya ke wisatawan luar negeri. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved