Bedah Buku Bunga Rampai Mengisahkan Perjalanan Seorang Aktivis Perempuan

Memiliki 85 halaman, buku ini merupakan catatan perjalanan Lidya selama mengarungi dunia aktivis di Kalbar hingga ke kancah nasional.

Bedah Buku Bunga Rampai Mengisahkan Perjalanan Seorang Aktivis Perempuan
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/RIDHOINO KRISTO SEBASTIANUS MELANO
Lidya Natalia Sartono ketika menyampaikan prolog buku Bunga Rampai Membangun Indonesia yang ditulisnya di Marga Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) St Thomas More Cabang Pontianak, Jalan Tanjungpura Pontianak, Sabtu (4/3/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Ridhoino Kristo Sebastianus Melano

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Puluhan pemuda dan pemudi Kalbar mengikuti diskusi publik buku Bunga Rampai Membangun Indonesia yang ditulis aktivis perempuan Kalbar, Lidya Natalia Sartono di Marga Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) St Thomas More Cabang Pontianak, Jalan Tanjungpura Pontianak, Sabtu (4/3/2017).

Memiliki 85 halaman, buku ini merupakan catatan perjalanan Lidya selama mengarungi dunia aktivis di Kalbar hingga ke kancah nasional.

"Ini akan dipelajari teman-teman pergerakan pemula. Apakah itu aktivis," katanya.

Buku Bunga Rampai Membangun Indonesia adalah gagasan berbasis pada fakta empirik (ilmu pengetahuan). Hal ini untuk membantu meletakkan fondasi penalaran agar tidak sesat pada kedangkalan pemaknaan.

Mantan Ketua PMKRI Pusat ini meyakini bahwa kebenaran yang berbasis pada pengetahuan tanpa pemaknaan realitas merupakan proses menuju gagal paham.

Baca: Obama dan Michelle Teken Kontrak Rp 802 Miliar, Ini Dua Buku yang Ditulisnya

"Segala sesuatu yang nyata adalah rasional dan segala sesuatu yang rasional adalah nyata," ungkap Lidya yang tertulis dalam bukunya.

Ketua PMKRI Cabang Pontianak St Thomas More, Sukardi mengucapkan terimaksih kepada semua pihak yang telah hadir dalam kegiatan diskusi buku ini.

"Terimakasih atas kehadiran semuanya. Kegiatan dapat berlangsung karna berkat Tuhan yang turut menyertai," ucapnya.

Penulis: Ridhoino Kristo Sebastianus Melano
Editor: Rizky Zulham
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved