Citizen Reporter

Tanamkan Nasionalisme dan Semangat Raih Mimpi 

Dengan semangat, mereka menimba ilmu dan bercita-cita pulang ke Indonesia untuk bertemu keluarganya

ISTIMEWA
Delegasi asal Kalbar di Pemuda Mendunia Chapter Malaysia 2017 

Citizen Reporter
Maya Andzela

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Pemuda merupakan sumber daya pembangun bangsa yang bertugas meneruskan perjuangan bangsa Indonesia pasca kemerdekaan. Tupoksi seorang pemuda sangatlah vital dalam kemajuan sebuah negara. 

Oleh karena itu, pemuda hendaknya memiliki kemampuan yang mempuni untuk dapat meneruskan perjuangan bangsa dan berkontribusi pada negara. Tak haruslah melakukan hal besar untuk memberikan dampak yang besar, sedikit sentuhan hangat para pemuda dapat memberikan dampak yang besar pada bangsa tercinta. 

Seperti halnya yang dilakukan oleh pemuda asal Kalbar yang unjuk kebolehan berkompetisi dengan para pemuda seluruh Indonesia dan mampu mewakili Kalimantan Barat pada kegiatan Pemuda Mendunia Chapter Malaysia 2017.

Adapun delegasi dari Kalimantan Barat terpilih adalah Duta Setiawan, S.Pt., M.Si, seorang Dosen Fakultas Pertanian dan Maya Andzela, seorang mahasiswi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Tanjungpura. Sebanyak 2000 pendaftar turut meramaikan seleksi ini dan dipilihlah 30 tutor terbaik dari seluruh Indonesia yang kemudian mengabdi ke Sekolah Klang Malaysia untuk menanamkan jiwa Nasionalisme dan semangat meraih mimpi kepada adik-adik buah hati para TKI di Malaysia

Selain itu, para tutor juga melakukan kunjungan ke Kedutaan Besar Indonesia-Malaysia untuk mendengar langsung paparan kondisi pendidikan anak-anak Indonesia di Malaysia terkini. Para tutor pula unjuk kebolehan dengan menampilkan tarian tradiisonal Indonesia untuk membakar kembali semangat cinta tanah air.

Anak TKI yang bersekolah ini rata-rata merupakan anak TKI ilegal yang orang tuanya masih bertahan, dipenjara maupun dideportasi. Dengan semangat, mereka menimba ilmu dan bercita-cita pulang ke Indonesia untuk bertemu keluarganya. 

Sebuah bangunan hibah menjadi tempat mereka menimba ilmu, begitu pula dengan 1 orang penggagas sekolah yang bernama Ibu Wardani dan 2 guru bantuan dari Kemenristek Dikti. Minimnya pengetahuan adik-adik akan Indonesia baik dari segi sastra, budaya maupun wawasan kebangsaan menjadi PR yang sangat besar bagi Indonesia untuk dapat “mengindonesiakan” adik-adik kita. 

Duta Setiawan dan Maya Andzela
Duta Setiawan dan Maya Andzela 

Selama 3 hari, dimulai pada tanggal 10 hingga 12 Februari 2017, para tutor mengabdi dan memberikan wawasan kepada adik-adik. Ada 3 stan yang dibuat, yaitu stan wawasan kebudayaan Indonesia, stan musik dan stan wawasan keindonesiaan.

Maya Andzela sebagai delegasi Kalimantan Barat memberikan wawasan kebudayaan dengan menjadi bagian dari Tim Inti stan wawasan kebudayaan Indonesia bersama rekannya dari Bali dan Jawa Barat. Mereka mengajarkan tentang Tarian tradisional, pakaian adat dan senjata tradisional. 

Duta Setiawan berperan sebagai tutor pengawas adik-adik untuk memasuki ke setiap stan dan memberikan semangat serta membimbing adik-adik selama kegiatan. Sungguh menjadi sebuah kebanggaan bagi Kalimantan Barat untuk dapat ikut andil dalam program Pengabdian ini. 

Mereka pun berharap agar pemuda Kalimantan Barat dapat ikut serta kembali dalam agenda Pemuda Mendunia Chapter Singapura dan Korea Selatan. Hal ini turut membuktikan bahwa sebenarnya pemuda Kalimantan Barat juga memiliki potensi untuk dapat bersaing pada skala nasional maupun internasional, yang menjadi kendala hanyalah niat dan usaha semata. Jika dibarengi dengan niat tulus untuk mengabdi, niscaya apa yang dilakukan akan berdampak untuk meningkatkan kapasitas diri sendiri maupun orang lain.

Penulis: Listya Sekar Siwi
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved