Citizen Reporter

Warung Makan Harus Punya Sertifikat Halal yang Sah

Satu cara adalah mendapatkan sertifikat halal sesuai prosedur yang berlaku dan ditempel dirumah makan mereka

Warung Makan Harus Punya Sertifikat Halal yang Sah
ISTIMEWA
Ketua Umum HMI Cabang Pontianak, Fazlurrahman Lubis.

 Citizen Repoter
 Lapmi Cabang Pontianak, Yusril

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Memilih makanan yang halal sudah menjadi keharusan khususnya bagi umat muslim, kota Pontianak merupakan kota yang terkenal dengan berbagai kuliner makanan. Sayangnya tak banyak warung makan yang memiliki sertifikat halal dari MUI.

Hal itu membuat sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan mahasiswa Islam (HMI) untuk bergerak menyuarakan kepada pemerintah kota Pontianak untuk segera membuat peraturan terkait dengan keharusan pedagang khususnya warung-warung makan untuk memiliki sertifikat halal.

Dikatakan ketua umum HMI cabang Pontianak Fazlurrahman Lubis saat dimintai keterangan terkait sertifikat halal dikediamannya graha HMI Kamis (23/02/17), Penggunaan label halal pada produk makanan mempunyai prosedur yang telah di atur dalam undang-undang No 33 tahun 2014.

"Bukan hanya bahan bakunya saja yang menjadi penentu sebuah produk dapat memperoleh label halal tapi alat produksinya juga sebagai salah satu indikatornya" jelas Fazlurrahman Lubis.

Lanjut, Penggunaan label halal tidak sembarangan asal tempel di warung atau rumah makan begitu saja banyak cara dilakukan pedagang untuk menarik minat pelanggan. Satu cara adalah mendapatkan sertifikat halal sesuai prosedur yang berlaku dan ditempel dirumah makan mereka.

"Namun ada juga pedagang nakal yang ingin meraup keuntungan dengan memasang label halal tanpa izin dari lembaga yang berhak memberikan sertifikat halal", ungkapnya.

"Berdasarkan hasil survei yang dilakukan oleh peserta LK II HMI Cabang Pontianak beberapa Minggu lalu, Di sepanjang jalan gajah mada, diponegoro, tanjungraya 2, panglima aim, prof yamin (kota baru) dan sungai jawi kami banyak menemukan rumah makan yang menggunakan label halal tanpa mengantongi sertifikat resmi dari MUI", ujarnya.

Menurutnya hal ini sangat meresahkan bagi kader HMI Cabang pontianak.

Oleh karenanya Ia berharap kepada pemerintah kota pontianak untuk segera menertibkan para pedagang yang menggunakan label halal tanpa ijin.

"Kita harus mematuhi hukum yang berlaku dan menghargai konsumen dan pedagang lain yang jujur", tegas Fazlurrahman Lubis. (*)

Penulis: Ridhoino Kristo Sebastianus Melano
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved