Serunya Membuat Film, Ini Kata Mereka yang Terlibat di Dalamnya

Waktu mau buat, kita semangat semua. Ada diskusi, penentuan tempat dan yang lainnya. Semua semangat karena berfikir akan seru

Serunya Membuat Film, Ini Kata Mereka yang Terlibat di Dalamnya
TRIBUN PONTIANAK / ANESH VIDUKA
Guru Seni Budaya SMA Santu Petrus Pontianak, Ega Leonardo menjelaskan materi perfilman saat mata pelajaran Seni Budaya kepada siswa-siswinya, di Sekolah mereka, Rabu (22/2/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Nasaruddin

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK- Serunya membuat film tentu dirasakan bagi mereka yang berkecimpung di dalamnya. Tak terkecuali para siswa di SMA Santu Petrus Pontianak. Pembuatan film merupakan bagian dalam pelajaran Seni Budaya.

Siswa Kelas XII Mia II, Veren Natasha Gustine juga merasakannya. Menurutnya, film yang dibuat secara berkelompok itu mengeksplore waktu, kreatifitas dan tentunya kemampuan fisik.

Veren Natasha Gustine, siswi kelas 12 MIA 2 SMA Santu Petrus, Pontianak.
Veren Natasha Gustine, siswi kelas 12 MIA 2 SMA Santu Petrus, Pontianak. (TRIBUN PONTIANAK / ANESH VIDUKA)

"Waktu mau buat, kita semangat semua. Ada diskusi, penentuan tempat dan yang lainnya. Semua semangat karena berfikir akan seru," katanya saat ditemui di SMA Santo Petrus, baru-baru ini.

Setelah memulai syuting, semua baru merasakan. Ternyata banyak hal yang harus dipersiapkan, dimanage dan diatur sedemikian rupa agar sesuai.

"Terutama waktu. Kita semua harus cocokkan waktu kapan semuanya bisa. Kan teman-teman masing-masing punya aktifitas, jadi harus disamain," katanya.

Samuel C, siswa kelas 11 MIA 4 SMA Santu Petrus, Pontianak
Samuel C, siswa kelas 11 MIA 4 SMA Santu Petrus, Pontianak (TRIBUN PONTIANAK / ANESH VIDUKA)

Kemudian memilih tempat yang sesuai setting. Pemilihan tempat ini juga melalui diskusi yang cukup menguras tenaga dan pikiran. "Jadi capek juga. Karena di sela-sela bikin film, banyak tugas lainnya yang masih harus kita kerjakan," katanya.

Namun demikian, dari proses pembuatan film ini, mereka merasakan bagaimana pentingnya membagi waktu. Juga belajar bagaimana bisa bekerjasama yang baik, saling menerima pendapat teman sehingga semua bisa kompak.

"Nggak boleh seperti bossy. Namanya juga kelompok, jadi harus musyawarah. Kita tentukan skala prioritasnya," kata dia.

Guru Seni Budaya SMA Santu Petrus Pontianak, Ega Leonardo menjelaskan materi perfilman saat mata pelajaran Seni Budaya kepada siswa-siswinya, di Sekolah mereka, Rabu (22/2/2017).
Guru Seni Budaya SMA Santu Petrus Pontianak, Ega Leonardo menjelaskan materi perfilman saat mata pelajaran Seni Budaya kepada siswa-siswinya, di Sekolah mereka, Rabu (22/2/2017). (TRIBUN PONTIANAK / ANESH VIDUKA)
Penulis: Nasaruddin
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved