Breaking News:

PDAM Sintang Manfaatkan Aplikasi Program CarryMaps Observer

Petugas PDAM memantaunya sekarang pakai CarryMaps Observer. Gambarnya citra satelit

Penulis: Rizky Prabowo Rahino | Editor: Jamadin
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID / RIZKY PRABOWO RAHINO
Direktur PDAM Kabupaten Sintang, Susanti, Selasa (21/2/2017) siang. 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Rizky Prabowo Rahino

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINTANG -  Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Sintang membuat terobosan baru dengan mengaplikasikan program CarryMaps Observer.

Aplikasi berbasis teknologi yang bisa diakses melalui smartphone ini diharapkan mempermudah kerja pihak PDAM Sintang saat pemantauan jaringan pipa yang telah ada.

"Petugas PDAM memantaunya sekarang pakai CarryMaps Observer. Gambarnya citra satelit," ungkapnya saat diwawancarai Tribun Pontianak, Selasa (21/2/2017) siang.

Melalui aplikasi CarryMaps Observer, informasi pipa akan ditampilkan sesuai kondisi nyata di lapangan. Baik jenis pipa, ukuran diameter maupun panjang pipa.

"Setidaknya ketika akan turun ke lapangan, kami sudah ada gambaran," imbuhnya.

Selain pemantauan pipa, Susanti menambahkan aplikasi CarryMaps Observer juga bisa tampilkan data pelanggan aktif dan calon pelanggan PDAM.

"Semua data pelanggan PDAM ada. Pelanggan yang pembayarannya nunggak atau lancar juga ketahuan dan terdata di dalam aplikasi itu," tambahnya.

Aplikasi ini sangat mempermudah petugasnya saat cari dan akses data pelanggan. Termasuk untuk perencanaan dan pengembangan ke depannya.

"Misalnya, ada data pelanggan baru yang masuk. Petugas sudah tidak perlu turun ke lapangan untuk survey lagi. Hanya lihat dari aplikasi program Carry Maps, petugas sudah tahu dimana letak pipa induk, jumlah pipa jaringan serta ukuran pipa yang akan dipasang," jelasnya.

Dewasa ini merupakan zaman perkembangan teknologi. Susanti berusaha memanfaatkan teknologi guna membantu pelaksanaan pekerjaan dan tanggungjawab.

"Kemarin kita masih manual. Tetapi, sekarang telah sistem komputerisasi meskipun belum sistem online. Penataan management dengan Customer Servis (CS) juga dilakukan," katanya.

Semua keluhan dan pelayanan yang diberikan nantinya otomatis masuk ke dalam sistem komputerisasi. Begitu juga masuk-keluarnya barang yang ada di Gudang PDAM.

"Semuanya akan masuk ke sistem. Sehingga, kita bisa melihat logistik PDAM yang keluar maupun masuk. Jadi, tidak ada yang tidak terdata lagi," pungkasnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved