Musda Golkar

Konflik Internal Golkar Bisa Ditinggalkan Konstituennya

Semoga dengan Musda ini menjadi solusi dalam menyelesaikan perbedaan yang terjadi di tubuh Golkar Kalbar beberapa waktu terakhir ini.

Penulis: Syahroni | Editor: Jamadin
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/RIDHOINO KRISTO SEBASTIANUS MELANO
Pembacaan Ikrar Kader Golkar dalam Musyawarah Daerah (Musda) IX DPD Partai Golkar Provinsi Kalbar tahun 2017 di Orchardz Hotel Jalan Gajahmada Pontianak, Selasa (21/2/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Syahroni

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Pengamat Politik Untan, Jumadi mengatakan musyawarah daerah (Musda) Inikan bagian dari dinamika yang harus dilewati oleh Golkar. Konflik dan perbedaan itu merupakan hal wajar apalagi berbicara masalah kepentingan didalam sebuah partai.

"Semoga dengan Musda ini menjadi solusi dalam menyelesaikan perbedaan yang terjadi di tubuh Golkar Kalbar beberapa waktu terakhir ini. Dalam politik itu tidak ada masalah yang tidak bisa diselesaikan, pasti ada titik tengah jalan terbaik dan sehingga semua bisa merasakan diakomodir," terang Jumadi, Selasa (21/2/2017)..

Karena kalau tidak mampu menyelesaikan persoalan yang ada ditubuh Golkar selama ini maka dampaknya konsolidasi partai akan terganggu dan pasti Golkar akan dirugikan sebagai satu diantara partai terbesar di Kalbar.

Kalau kemudian hasil Musda ini tidak mampu menyelesaikan konflik internal, maka sangay disayangkan. Apalagi 2018 menghadapi pilkada serentak di kalbar baik bupati-wali kota maupun gubernur, mulai saat ini sudah harus mampu menjalankan fungsi rekruitment untuk menilik dan meneropog siapa yang layak memimpin baik dilevel provinsi maupun di kabupaten/kota.

Kemudian 2019 Pileg dan Pilpres serentak, semua itu diperlukan persiapan tidak ujuk-ujuk begitu saja, maka jika tidak dipersiapkan dengan baik akan membawa kerugian sendiri dengan Partai Golkar tersebut.

"Saya berharap Musda ini menghasilkan sebuah keputusan dan pemimpin yang mampu mengakomodir semuanya dan menjadi titik temu bukan malah menimbulkan permasalahan baru dan persoalan baru yang salama ini telah berkelut ditubuh Golkar," tambahnya.

Persoalan intervensi dari pusat, itu ada positif dan negatifnya. Tinggal tergantung sejauh mana kemampuan pusat mengelola perbedaan ini.

"Selama inikan terutama beberapa bulan terakhir intervensi pusat terlalu dominan ditambah lagi PLT nya juga dari DPP," tegasnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved