Delegasi Squash Indonesia Raih Perunggu di South East Asia Cup 2017 Sarawak
Menurut Jahar Gultom hal ini diakui oleh official tim bahwa Skuas adalah cabang baru dan belum familiar di Indonesia, bahkan mereka untuk lapangan....
Penulis: Destriadi Yunas Jumasani | Editor: Mirna Tribun
Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Destriadi Yunas Jumasani
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK – Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Kuching memfasilitasi kedatangan tim nasional olahraga Skuas Indonesia.
Melalui rilisnya yang diterima Tribun Pontianak pada Minggu (19/2/2017) malam melalui WhatsApp, Konsul Jenderal RI Kuching Jahar Gultom menyatakan menerima kedatangan delegasi Tim Nasional Squash Indonesia yang bertanding pada tanggal 14 hingga 18 Februari lalu.
Sebanyak 14 atlet yang bertanding dengan idampingi official sebanyak enam orang mengikuti perlombaan 3rd South East Asia Cup 2017 Sarawak.
“Kegiatan ini juga dalam rangka pra kualifikas Sea Games 2017,” ujar Jahar Gultom.
Dalam pertandingan yang digelar di Sarawak Squash Centre di Petra Jaya, Kuching tersebut delegasi Tim Nasional Squash Indonesia keluar sebagai juara tiga dengan mendapatkan medali Perunggu. Sedangkan Malaysia mendapatkan Emas dan Singapura mendapatkan Perak.
“Tentunya untuk Sea Games pada Agustus 2017 mendatang kita berharap Indonesia bisa mendapatkan emas dalam cabang olahraga ini,” jelas Jahar Gultom.
Jahar Gultom pun sangat memberikan apresiasi yang sangat luar biasa terhadap delegasi Skuas Indonesia.
Karena menurutnya ada beberapa atlet yang nekat berangkat dengan biaya pribadi, karena belum adanya dukungan dari pihak terkait.
“Bahkan ada dua atlet dengan biaya sendiri ikut pertandingan di Singapura,” kata Jahar Gultom.
Menurut Jahar Gultom hal ini diakui oleh official tim bahwa Skuas adalah cabang baru dan belum familiar di Indonesia, bahkan mereka untuk lapangan saja tidak punya.
Keterbatasan fasilitas tersebut dijawab dengan prestasi para atlet dan official yang bekerja keras untuk membawa pulang medali dan masuk dalam kualifikasi Sea Games mendatang.
“Kita harap adanya kerja sama atau pelatihan bersama di Sarawak karna lapangan di Sarawak itu ada single court dan double court, sedangkan di Indonesia cuma ada single court. Adapun level permainan Malaysia itu masih di atas Indonesia, setidaknya kita bisa ambil kemampuan dari Malaysia jika ada pertandingan persahabatan atau latihan bersama,” pungkas Jahar Gultom.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/tim-dan-official_20170219_203237.jpg)