Citizen Reporter

Himas Fisip Untan Sosialisasi Pendidikan dan Perguruan Tinggi ke SMAN 2 Kuala Mandor B

Ketua Himas Fisip Untan, Muhammad Said mengatakan bahwa pentingnya sosialisasi perguruan tinggi di sekolah-sekolah, seperti Sekolah Menengah Atas....

Penulis: Ridho Panji Pradana | Editor: Mirna Tribun
TRIBUNFILE/IST
Himas Fisip Untan bersama siswa SMAN 2 Mandor B Kabupaten Kubu Raya. 

Citizen Reporter

Ketua Himas Fisip Untan, Muhammad Said

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK – Himpunan Mahasiswa Antropologi Sosial (Himas) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Tanjung Pura (Fisip Untan) lakukan sosialisasi ke SMAN 2 Kuala Mandor B, Kabupaten Kubu Raya, Sabtu (18/2/2017).

Ketua Himas Fisip Untan, Muhammad Said mengatakan bahwa pentingnya sosialisasi perguruan tinggi di sekolah-sekolah, seperti Sekolah Menengah Atas (SMA) tidak semuanya berada pada pusat atau garis informasi yang strategis sehingga himpunan mahasiswa antropologi sosial Fisip Untan menginisiasi mengadakan sosialisasi terkait pentingnya pendidikan untuk siswa yang tidak akan lama lagi akan menempuh Ujian Nasional UN dan lulus disekolah menengah atas yang akan melanjutkan keperguruan tinggi baik negeri maupun swasta.

"Terkait sosialisasi ini tentu sangat mengharapkan agar para siswa tetap melanjutkan pendidikan hingga di Perguruan Tinggi, pendidikan saat ini memang sangat penting guna meningkatkan kualitas atau sumber daya manusia dan bisa meningkatkan strata kehidupannya melalui pendidikan yang mumpuni," katanya.

Selain itu, menurutnya kegiatan sosialisasi ini juga disambut dengan semangat antusiasme siswa SMAN 2 Kuala Mandor B karena banyaknya yang ingin dipertanyakan terkait ruang lingkup perguruan tinggi yang selama ini telah menjadi dogmatis bagi masyarakat yang secara ekonomi kurang mampu untuk melanjutkan jenjang pendidikannya keperguruan tinggi karena mahalnya biaya kuliah.

Satu diantara guru SMAN 2 Kuala Mandor B, Muhammad Rudin IS menyambut baik kedatangan Himas Fisip Untan ke sekolahnya, menurutnya selama ini sangat minim mahasiswa atau perguruan tinggi yang mensosialisasikan hal tersebut sehingga rasa ingin murid untuk melanjutkan ke perguruan tinggi negeri atau swasta sangat sedikit.

"Harapannya kedepan mahasiswa atau masing masing perguruan tinggi lebih melihat lagi ke pelosok pelosok desa yang memang sulit akan informasi agar pola pikir masyarakat desa lebih mendapatkan pembinaan yang sebagaimana mestinya dari Perguruan Tinggi," pungkasnya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved