Konsultasi Karier
Galau Jalankan Bisnis Entertaiment
Mengacu konsep pemasaran, maka sebelum seseorang memulai bisnis langkah pertama yang harus dilakukannya adalah survey pasar, guna mengetahui minat....
Penulis: Ayu Nadila | Editor: Mirna Tribun
Salam optimis pak, saya sedang usaha di dunia entertaimen yaitu organ tunggal. Tapi kadang ada pasang surutnya, sehingga membuat saya tidak bersemangat. Apa saya harus beralih? Agus Mulyono (Sanggau Kapuas)
Jawaban:
Salam optimis buat Anda. Pasang surut merupakan hal yang normal dalam dunia usaha.
Setiap pelaku usaha memang harus siap menghadapinya.
Demikian juga halnya dengan usaha Anda.
Mengacu konsep pemasaran, maka sebelum seseorang memulai bisnis langkah pertama yang harus dilakukannya adalah survey pasar, guna mengetahui minat dan kebutuhan pasar terhadap produk yang kita tawarkan atau yang kita jual.
Sudah barang tentu produknya harus ada dulu.
Mengetahui minat pasar sangat penting karena disamping mengetahui kebutuhan pasar, juga mengetahui kelas sosial mana yang membutuhkan, berapa harga/jasa yang layak, dan bagaimana cara menjual produk itu.
Jika memang terjadi ketidak sesuaian antara harapan dengan kenyataan, jangan butu-buru menyakatakn gagal.
Hal yang sangat penting adalah menlakukan evaluasi tentang faktor penyebab mengapa hal tersebutt terjadi.
Berkenaan dengan bisnis Anda tersebut jika memang merupakan hal yang Anda minati dan sesuai dengan kesenangan/hoby Anda boleh saja dilanjutkan, dan untuk meningkatnya Anda boleh mengembangkannya lebih luas, seperti melakukan penawaran-penawaran, melengkapi alat, melakukan promosi yag lebih gencar, sehingga benar-benar dikelola secara prpfesional dengan manajemen yang lebih teratur.
Anda juga boleh membuka bisnis lain sesuai dengan kondisi minat pasar dan potensi yang Anda miliki. Dengan demikian berarti Anda tidak buru-buru resign (pindah bisnis).
Namun jika bisnis lama memang tidak memungkinklan untuk dilanjutkan (setelah dievaluasi beberapa lama) Anda boleh mencari bisnis lain.
Akan lebih baik lagi jika bisnis lama ditinggalkan dalam kondisi bisnis baru sudah tersedia.
Saya berikan contoh sahabat saya yang juga pelakus bisnis organ tunggal lengkap dengan perangkat dan penyanyinya, ketika tidak ada job main musik, beliau menekuni pekerjaan sampingan sebagai barber shop (pangkas rambut) dengan pelanggan rata-rata 5 sampai 10 orang sehari.
Dengan demikian penghasilan tetap terjaga, dan waktu tetap terisi dengan pekerjaan yang membawa hasil yang memadai. Semoga bermanfaat, salam optimis !
Sumber: Chairul Fuad, Motivator Karier
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/organ-tunggal_20170218_185701.jpg)