Genjot Investasi dengan Pembangunan Berkelanjutan

Dari kepemilikan sumber daya alam dari aspek sosial masyarakat setempat juga perlu diperhatikan....

Penulis: Tri Pandito Wibowo | Editor: Mirna Tribun
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID / ISHAK
Pengamat Ekonomi Universitas Tanjungpura, Ali Nasrun. 

Laporan Wartawati Tribun Pontianak, Maskartini 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Ali Nasrun, Pengamat Ekonomi Universitas Tanjungpura Pontianak mengatakan realisasi investasi yang melampaui target merupakan suatu informasi yang positif.

"Artinya Kalbar masih menjadi daerah yang memberikan harapan karena masih tersedianya lahan. Perkebunan masih menjadi sektor yang dominan yaitu sawit karena sektor lainnya tidak terlalu besar," terangnya, Selasa (14/2/2017). 

Tetapi jika dilihat dari aspek lain, dengan adanya kebun sawit hutan menjadi terkuras.

Semula Kalbar dikenal sebagai hutan tropis yang paling lebat sekarang berubah menjadi manukultur.

Dampaknya ke lingkungan baik ekosistem maupun flora dan fauna.

Sebenarnya banyak dampak negatif jika dilihat dari sisi lingkungan.

Itu perlu menjadi perhatian pemerintah, jangan hanya menggenjot investasi tetapi justru pembangunan yang berkelanjutan dan kelestarian lingkungan kita abaikan.

Memang tidak bisa dipungkiri bahwa itu investasi yang menarik karena investor sawit dari Sumatera sudah tidak mendapatkan lahan, sasarannya Kalbar.

Memang kita lihat penyerapan tenaga kerja juga memadai.

Dari kepemilikan sumber daya alam dari aspek sosial masyarakat setempat juga perlu diperhatikan.

Karena secara otomatis mengubah pola kehidupan masyarakat yang terbiasa berinteraksi dengan hutan.

Kelangsungan ekonomi masyarakat juga perlu menjadi perhatian karena sumber pendapatan mereka dipakai oleh perusahaan. Jadi jangan hanya melihat dari pertumbuhan ekonomi tetapi harus dilihat secara keseluruhan.

Ia berharap pembangunan ekonomi berkualitas bukan hanya sekadar untuk menaikkan produksi tetapi juga kepada lingkungan manusia dan alam.

"Kita apresiasi, mungkin karena keterbatasan ditempat lain menjadi peluang di Kalbar," ujarnya. 

Saat ini peningkatan investasi karena ketersediaan lahan, berapa tahun yang akan datang setelah lahan habis perlu dipikirkan apakah ada investasi baru lagi kah.

Jangan sampai saat ini melampaui target, tetapi setelah lahan habis tidak ada investasi baru lagi.

Jadi pembangunan harus berkelanjutan.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved