Citizen Reporter

Wabup Sanggau Minta Guru Gunakan Waktu Seoptimal Mungkin

Karena bagaimanapun bapak/ibu guru ini sebagai koordinatornya dan pakailah waktu seoptimal.

Wabup Sanggau Minta Guru Gunakan Waktu Seoptimal Mungkin
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ISTIMEWA
Wakil Bupati Sanggau, Yohanes Ontot saat menyampaikan arahannya pada acara MKKS di SMP N 3 Sanggau, kemarin. 

Citizen Reporter
Jimi N
Humas Setda Kabupaten Sanggau

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SANGGAU - Wakil Bupati Sanggau Yohanes Ontot menyampaikan, sebagai seorang guru tentu harus tahu bagaimana cara memimpin terutama para murid-muridnya, apakah dia seorang kepala sekolah atau bukan.

“Karena bagaimanapun bapak/ibu guru ini sebagai koordinatornya dan pakailah waktu seoptimal mungkin tentunya hal–hal yang bermanfaat bagi kita dan semua orang, karena bagaimanapun guru adalah seorang pemimpin, ” katanya saat menghadiri acara MKKS di SMP N 3 Kabupaten Sanggau, kemarin.

Hadir pada acara tersebut yaitu Plt Kadis Pendidikan Dan Kebudayaan Kabupaten Sanggau beserta jajaranya. ketua MKKS Se-Kabupaten Sanggau, dan tamu undangan lainya.

Yohanes Ontot menambahkan, sebagai seorang guru harus memberikan contoh yang baik, apakah yang berkaitan dengan kepribadian, budi pekerti, agama, dan lainya.

Baca: 35 Warga Sanggau Ikut Pelatihan Fardhu Kifayah

“Apapun yang berkaitan dengan mata pelajaran harus disampaikan dengan baik agar anak–anak bisa memahami apa yang disampaikan dengan baik, ” ujarnya.

Ia meminta kepada semua guru untuk menyampaikan hal–hal yang baru dari hasil mereka ini. “Untuk para dewan guru agar irama dibawahnya sama dan semua dewan guru paham apa yang menjadi kewajiban, ” tuturnya.

Oleh karena itulah satuan pendidik ini tidak gampang bagaimana kita bukan hanya membentuk para tenaga pendidik. “Tidak sesulit seperti anak-anak karena bapak/ibu guru ini konektif, dua jenis manusia dipimpin yaitu dewan guru dan murid–murid. tentunya hal ini berkaitan dengan seven brand yaitu sanggau pintar, bersih, dan sanggau sehat, ” katanya.

Ontot juga mengigatkan kepada para guru agar terhindar dari narkoba, karena guru ini yang memelihara bibit yang baru ini dengan baik, mulai dari guru SD,SMP, dan SMA/SMK sampai keperguruan tinggi.

“Narkoba bukan hanya tanggung jawab di bapak/ibu guru tetapi tanggungjawab kita bersama. maklum saja di era saat ini bisa saja negara-negara luar menghancurkan kita dengan cara yang halus, contohnya seperti narkoba yang saat ini merajalela, ” tegasnya.

Sementara itu, Plt Kadis Pendidikan Dan Kebudayaan Kabupaten Sanggau, Sudarsono menyampaikan, bahwa berkaitan dengan struktur organisasi dinas pendidikan dan kebudayaan kabupaten sanggau.

“Supaya nanti jagan salah menulis surat permohonan, karena sudah berubah nomenklaturnya yaitu bukan Dikpora lagi, tetapi dinas pendidikan dan kebudayaan, ” ujarnya.

Ia menyampaikan untuk para guru, agar bagi siswa yang mendapatkan kartu indonesia pintar dari pemerintah pusat agar bisa dicairkan sesuai dengan peruntukannya.

“Karena dengan ini programnya presiden berkaitan dengan nawacita dibidang pendidikan, ” jelasnya.

Penulis: Hendri Chornelius
Editor: Rizky Zulham
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved